ICW Nilai Pelantikan 38 Pejabat Baru KPK Penyalahgunaan Kewenangan Pimpinan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 18:56 WIB
Peneliti ICW Kurnia Ramadana (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Peneliti ICW Kurnia Ramadana (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Kurnia menyebut nomenklatur baru KPK juga bertolak belakang dengan konsep reformasi birokrasi yang menitikberatkan pada isu efisiensi. Menurutnya, jika pada struktur lama KPK hanya memiliki 4 kedeputian dengan 12 direktorat, setelah berlakunya Perkom Nomor 7 Tahun 2020, struktur KPK membengkak menjadi 5 kedeputian dengan 21 direktorat.

"Penggemukan ini juga berimplikasi pada pelaksanaan fungsi trigger mechanism KPK. Sebagai lembaga negara yang sepatutnya menjadi contoh reformasi dan efisiensi birokrasi, legitimasi KPK dalam memberikan masukan untuk perampingan kementerian dan lembaga negara lainnya akan berkurang akibat penggemukan struktur KPK. Akibat lainnya dari penggemukan ini adalah melambatnya kinerja KPK," jelasnya.

Seperti diketahui, Firli Bahuri melantik 38 pejabat struktural baru. Enam di antaranya berasal dari unsur Polri.

Dalam pelantikan kali ini ada 38 pejabat struktural baru KPK yang dilantik. Pelantikan sebanyak itu terdiri dari jabatan pimpinan tinggi madya, pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, dan jabatan pelaksana tugas atau Plt.

Pelantikan digelar di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/1). Sumpah jabatan yang diucap Firli diikuti oleh para pejabat yang dilantik.

Adapun enam pejabat struktural baru KPK yang berasal dari unsur Polri adalah Didik Agung Widjanarko, Agung Yudha Wibowo, Karyoto, Bahtiar Ujang Purnama, Kumbul Kuswijanto Sudjadi, dan Yudhiawan.

Halaman

(fas/zak)