Layat Putra Raja Klungkung, Ketua MPR Kenang Kegigihan Lawan Belanda

Erika Dyah - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 14:47 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melayat tokoh Puri Agung Klungkung, Tjokorda Gede Agung. Tokoh yang juga merupakan Bupati Klungkung periode 1983-1993 ini wafat pada 30 Mei 2020. Rencananya, jenazah putra Raja Klungkung terakhir Ide Dewagung Oka Geg ini akan di-Pelebon pada 6 Januari 2021. Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengenang simbol kegigihan dari rakyat dan para tokoh Klungkung dalam mempertahankan bangsa Indonesia.

"Monumen Puputan Klungkung sebagai tempat mengenang perjuangan rakyat Klungkung dalam Perang Puputan, yang kini menjadi ikon di Klungkung, merupakan salah satu peninggalan almarhum saat masih menjabat Bupati Klungkung. Monumen tersebut merupakan simbol kegigihan sekaligus pengingat kepada generasi muda bangsa, bahwa masyarakat Klungkung sangat gigih mempertahankan harkat, derajat, dan martabatnya dari penjajahan kolonial Belanda," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (5/1/2021).

Bamsoet memberi apresiasi pada pihak keluarga besar Puri Agung Klungkung yang sempat menunda proses Pelebon jenazah dengan mempertimbangkan kondisi COVID-19 di tahun lalu yang sangat mengkhawatirkan. Ritual Pelebon nantinya akan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Pelebon tak hanya menjadi ritual keagamaan saja. Melainkan juga penarik perhatian turis. Terlebih sosok Tjokorda Gede Agung merupakan tokoh yang disegani masyarakat Klungkung, serta warga Bali pada umumnya. Pasti banyak warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Untuk itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan dalam prosesi Pelebon ini," jelasnya.

Ia juga menjelaskan kepergian Tjokorda Gede Agung menjadi pengingat bagi generasi muda Bali serta keluarga besar Puri Agung Klungkung untuk terus mewarisi semangat juang almarhum. Terutama dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya.

"Seni dan budaya adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia yang tak dimiliki bangsa lain. Dengan seni dan budaya, di bawah kepemimpinan Tjokorda Gede Agung dan juga Bupati penerusnya, Klungkung bisa maju. Jangan sampai kondisi ini menjadi mundur, lantaran ketidakpedulian kita terhadap pemajuan seni dan budaya," pungkasnya.

(fhs/ega)