Disebut Langgar Prokes, Ini Penjelasan Panitia Pengajian UAS di Medan

Ahmad Arfah Fansury - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 18:23 WIB
Jemaah pengajian UAS di Medan mulai membubarkan diri (dok. detikcom)
Jemaah pengajian UAS di Medan mulai membubarkan diri. (dok. detikcom)
Medan -

Panitia pelaksana kegiatan pengajian bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di Medan, Sumatera Utara (Sumut), membantah terjadinya pelanggaran protokol kesehatan saat pelaksanaan pengajian. Panitia menyebut proses kegiatan sudah sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

"Kondisinya memang ramai, karena memang kita melihat fans Ustaz Abdul Somad ini memang luar biasa," kata ketua panitia kegiatan, Nursarianto, saat ditemui di Masjid Amal Silaturahmi, Kompleks Asia Mega Mas, Medan, Senin (4/1/2021).

"Namun pada hari ini juga kita sudah melakukan pembatasan dengan protokol kesehatan, agar kiranya persoalan protokol kesehatan ini tidak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku saat ini," imbuhnya.

Sementara Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Amal Silaturahmi, Indra Syafii, menyebut jumlah jemaah yang hadir dibatasi 700 orang. Kursi yang berada di lokasi pengajian juga disebut sudah disusun berjarak.

"Insyaallah yang kami ketahui tidak ada (pelanggaran protokol kesehatan), karena tadi yang di sini sudah ditutup sama pihak keamanan, kursi juga berjarak 1 meter," ucap Indra.

Ketua Panita Kegiatan Pengajian Nursarianto (kiri) bersama Ketua BKM Masjid Amal Silaturahmi Indra Syafii (Ahmad Arfah/detikcom)Ketua Panitia Kegiatan Pengajian Nursarianto (kiri) bersama Ketua BKM Masjid Amal Silaturahmi Indra Syafii (Ahmad Arfah/detikcom)

Indra mengatakan pengajian bersama UAS ini sudah mereka rencanakan sejak 2019. Namun, menurut Indra, UAS baru berkesempatan hadir hari ini di Masjid Amal Silaturahmi.

Indra juga menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan kepolisian terkait pelaksanaan kegiatan. Terkait ramainya jemaah yang hadir di luar lokasi kejadian, Indra, mengatakan hal itu menjadi tanggung jawab Satgas COVID-19.

"Di luar ramai sekali kan ada pihak aparat kepolisian, Satpol PP, Gugus COVID, itu tugas mereka, makanya jalan tidak kami tutup. Karena itu, polisi menyatakan urusan di lapangan, di jalan itu urusan kami. Mudah-mudahan tak ada apa-apa," jelasnya.

Satpol PP menilai terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Simak pernyataan Satpol PP di halaman selanjutnya.