Sekolah di Banda Aceh Gelar Belajar Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi

ADVERTISEMENT

Sekolah di Banda Aceh Gelar Belajar Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi

Agus Setyadi - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 13:11 WIB
Suasana di dalam kelas saat sekolah tatap muka di Banda Aceh (dok. Pemkot Banda  Aceh)
Foto: Suasana di dalam kelas saat sekolah tatap muka di Banda Aceh (dok. Pemkot Banda Aceh)
Banda Aceh -

Pemerintah Kota Banda Aceh mengizinkan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Namun, jumlah siswa yang hadir dibatasi 50% dari kapasitas sekolah setiap harinya.

"Sekolah ini kita terapkan 50% siswa per hari. Tidak 100% dalam masa uji coba," kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, kepada wartawan saat meninjau sekolah, Senin (4/1/2021).

Suasana di dalam kelas saat sekolah tatap muka di Banda Aceh (dok. Pemkot Banda  Aceh)Suasana di dalam kelas saat sekolah tatap muka di Banda Aceh (dok. Pemkot Banda Aceh)

Di Aceh, sekolah di bawah wewenang pemerintah kabupaten/kota terdiri dari PAUD hingga SMP. Sementara, SMA dan sederajat di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Aceh.

Aminullah mengatakan sekolah yang dibuka hari ini adalah SD dan SMP/sederajat. Setiap sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona secara ketat.

Siswa dan guru diwajibkan mencuci tangan saat hendak masuk area sekolah. Semua pihak wajib memakai masker selama berada di area sekolah. Di ruangan kelas, pihak sekolah juga mengatur jarak tempat duduk para siswa di kelas.

"Mudah-mudahan dengan apa yang kita ujicoba ini bisa sekolah seterusnya. Walaupun kita tambah waktu sedikit untuk mengejar karena 50% siswa per sekolah," jelas Aminullah.

Aminullah meminta pihak sekolah menegur siswa yang melanggar protokol kesehatan. Dia mengatakan bakal menutup sekolah bila ada siswa tertular COVID-19.

"Kalau nanti sekolah ternyata tidak bisa menjalankan prokes dan timbul adanya yang terjadi COVID-19, ini akan kita evaluasi. Dan bila perlu nanti sekolah ini kita tutup kembali. Jadi ada sanksinya supaya kita sama-sama menjaga," ujarnya.

(agse/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT