Polri Koordinasi ke PDRM Usut Pelaku Parodi Indonesia Raya di Malaysia

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Minggu, 03 Jan 2021 11:43 WIB
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono,
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (Foto: dok Polri)
Jakarta -

Mabes Polri telah menetapkan dua pelaku pembuat parodi lagu 'Indonesia Raya', yakni NJ (11) yang berada di Sabah, Malaysia, dan MDF (16) yang berada di Cianjur. MDF telah dibawa ke Mabes Polri, lantas apakah NJ juga akan diusut ke Indonesia?

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan masih berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) terkait pemeriksaan NJ. NJ diketahui turut mengedit video yang diunggah MDF di kanal YouTube dengan menambahkan gambar babi.

"Masih dikoordinasikan dengan PDRM," kata Argo saat dimintai konfirmasi, Minggu (3/1/2021).

Diberitakan sebelumnya, pelaku parodi lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' telah ditangkap. Penangkapan ini berkat kerja sama antara Polri dan PDRM. Penangkapan pelaku parodi 'Indonesia Raya' ini juga merupakan kerja sama Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Awalnya, PDRM memeriksa saksi seorang WNI yang masih anak-anak. WNI berusia 11 tahun itu berada di daerah Lahad, Datu, Sabah, Malaysia. Bocah ini menyatakan pelaku lagu parodi 'Indonesia Raya' adalah pemilik akun YouTube My Asean yang berada di Indonesia.

Di Indonesia, pada Kamis (31/12) kemarin, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polri bergerak. Polisi melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial MDF pada pukul 20.00 WIB. Dasarnya adalah laporan polisi dengan nomor LP/B/0730/XII/2020/Bareskrim tanggal 30 Desember 2020.

Tak lama setelah keterangan Kabareskrim, Divisi Humas Polri menggelar konferensi terkait kasus parodi lagu 'Indonesia Raya' ini. Menurut penjelasan Divisi Humas Polri, ada dua pelaku pembuat parodi lagu 'Indonesia Raya', yakni NJ yang berada di Sabah, Malaysia, dan MDF yang berada di Cianjur.

Argo Yuwono mengungkapkan bahwa NJ dan MDF berteman dalam dunia maya. Keduanya kerap berkomunikasi.

"Kita lakukan pemeriksaan jadi intinya bahwa antara NJ yang di Sabah, kemudian dengan MDF yang ada di Cianjur ini adalah berteman, dalam dunia maya berteman. Dia sering komunikasi, marah-marah sering," kata Argo saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/1/2021).

Argo kemudian menjelaskan keterlibatan NJ. Hal itu bermula saat MDF membuat video lagu parodi 'Indonesia Raya' menggunakan nama NJ.

"Kemudian karena MDF ini kemudian membuat di kanal YouTube itu 'Indonesia Raya' instrumental parody dan lirik video, dengan menggunakan nama NJ. Jadi MDF ini membuat, kemudian juga menggunakan nama NJ, kemudian dia di-tag lokasinya di Malaysia, menggunakan nomor Malaysia, akhirnya yang dituduh NJ," tutur Argo.

Tak diterima namanya dicatut, NJ pun marah. NJ, kata Argo, kemudian mengedit video yang diunggah MDF di kanal YouTube dengan menambahkan gambar babi.

"Akhirnya NJ marah sama MDF. Nah salahnya, NJ ini membuat lagi kanal YouTube, dengan konten My Asean. Saya ulangi channel Asean. Dia membuat channel Asean, kemudian isinya itu mengedit, mengedit daripada isi yang sudah disebar oleh MDF, dan dia hanya menambahi, kenapa diedit dia menambahi gambar babi sama NJ ini. Jadi NJ yang di Malaysia juga membuat, kemudian MDF yang di Cianjur ini juga membuat. Ini karena marah ini kemudian membuat," papar dia.

(isa/isa)