LKPI Rilis Survei Penanganan COVID-19 Pemerintah hingga Korupsi Parpol

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 02 Jan 2021 18:23 WIB
Dana awal kampanye parpol
Foto: Nadia Permatasari W
Jakarta -

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan survei jajak terhadap 1.225 orang responden yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi di Indonesia, pada 20-27 Desember 2020. Survei ini dilakukan guna melihat pendapat masyarakat terkait pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Corona, serta persepsi terhadap politik Indonesia.

Arifin Nur Cahyono selaku Direktur Eksekutif LKPI mengatakan dari hasil riset ditemukan sebanyak 76,6% dari total responden merasa puas dan yakin dengan usaha pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah, yang dinilai sangat membantu perekonomian rumah tangga keluarga terdampak Corona.

Sementara, 18,7% lainnya menyatakan tidak puas terhadap usaha pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah, karena dinilai tidak membawa dampak positif terhadap keadaan ekonomi rumah tangga masyarakat, sedangkan 4,7 persen tidak menyatakan apapun.

"Dari hasil survei sebanyak 71,8 % merasa puas dengan penanganan dan penanggulangan COVID-19 oleh pemerintah, dan sebanyak 81,7% responden menyatakan siap ikut program vaksinasi COVID-19," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa responden diberikan pertanyaan terkait persepsi mereka terhadap tingkat korupsi di Indonesia dalam periode satu tahun terakhir. Dari survei tersebut didapatkan hasil, 61,8% responden menilai tingkat korupsi di Indonesia mengalami peningkatan.

Artinya, persepsi korupsi di masyarakat negatif yang kemudian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap upaya pencegahan dan penegakan hukum bagi pelaku korupsi semakin negatif.

Dari hasil survei 79,8% responden menyatakan bahwa pelaku korupsi lebih dominan dilakukan oleh kader dan politisi partai politik (Parpol) yang ada di lingkup pemerintahan dan legislatif.

"Sebanyak 81,9% responden memberikan persepsi bahwa korupsi dilakukan oleh kader Parpol, dan sebanyak 50,7% persepsi masyarakat menilai korupsi oleh kader untuk kepentingan pembiayaan Parpol, dan sebanyak 67,7% untuk pribadi kader Parpol tersebut," paparnya.

Di sisi lain, hasil survei menunjukkan 87,7% dari total responden menyatakan bahwa perilaku korupsi yang dilakukan oleh kader Parpol akan menjadi tolak ukur dalam pemilihan kader Parpol dan Parpol pengusung pada saat dilakukan Pilkada ataupun Pemilu .

Sampel ditentukan dengan metode mix-mode, mengingat riset ini dilakukan di tengah pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas wawancara tatap muka. Oleh karenanya, survei jajak pendapat dilakukan via telepon oleh petugas terlatih terhadap responden yang dipilih secara acak.

Diketahui margin of error survei sebesar kurang lebih 2,8 persen dan pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Adapun hasil survei pada 1.225 responden saat ditanya Parpol mana yang akan dipilih apabila Pemilu digelar hari ini, adalah sebagai berikut.
• PDI Perjuangan (17,8%)
• GOLKAR (15,2℅)
• Partai Demokrat (10,8%)
• PKB (8,8%)
• NASDEM (8,1%)
• PKS (6,9%)
• GERINDRA(6,6%)
• PSI (4,2%)
• PAN (3,1%)
• PPP (2,9 %)
• HANURA (1,6%)
• Dan lainnya di bawah 0,5 persen

(mul/ega)