Urban Legend

Sosok Nyai Dasima, Tokoh Nyata atau Fiksi?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 01 Jan 2021 19:06 WIB
Poster Film Njai Dasima rilisan tahun 1929. (Public Domain/Biran, Misbach Yusa dalam Sejarah Film 1900-1950/Wikimedia Commons)
Poster Film 'Njai Dasima' rilisan tahun 1929. (Public Domain/Biran, Misbach Yusa dalam Sejarah Film 1900-1950/Wikimedia Commons)
Jakarta -

Sosok Nyai Dasima menjadi legenda. Menurut cerita, dia pernah hidup di Jakarta masa silam. Apakah Nyai Dasima benar-benar pernah ada?

Kisah soal perempuan pribumi yang menjadi istri dari pria Eropa bernama Edward W (Tuan W) itu menjadi perhatian khalayak umum sejak diterbitkan dalam novelet (novel pendek) karya Gijsbert Francis tahun 1896. Judulnya 'Tjerita Njai Dasima'.

G Francis menceritakan Nyai Dasima hidup bersama Tuan W tahun 1813, atau berjarak 83 tahun dari terbitan tulisan Francis sendiri.

Nama-nama lokasi disebut. Nyai Dasima berasal dari Kampung Kuripan. Setelah menjadi 'istri' Tuan W, Nyai Dasima kemudian tinggal di Curuk Tangerang. Pasangan ini tidak lama tinggal di Curuk dan segera pindah ke Betawi, atau sekarang disebut sebagai Jakarta.

Berikut adalah lokasi tokoh-tokoh dalam kisah Nyai Dasima di Jakarta:
1. Nyai Dasima dan Tuan W: Gambir
2. Tempat kerja Tuan W: Kota
3. Samiun, Hayati, Saleha: Pejambon
4. Puasa (pembunuh Nyai Dasima): Kwitang

Nama-nama lokasi itu memang ada di Jakarta. Namun untuk Nyai Dasima sendiri, sebagian orang menganggapnya pernah benar-benar ada, sebagian ahli menganggap Nyai Dasima hanya tokoh rekaan.

Yulitin Sungkowati dari Balai Bahasa Surabaya menulis dalam Jurnal Metasastra dengan judul 'Resepsi Pembaca Terhadap Tjerita Njai Dasima'. Dia menjelaskan, Nyai Dasima tidak sepenuhnya fakta.

"Nyai Dasima menjadi tokoh yang hidup di antara fakta dan fiksi. Sebagian orang menganggapnya benar-benar nyata, sedangkan yang lain meragukannya," kata Yulitin Sungkowati dalam Jurnal Metasastra.

Ensiklopedia Sastra Indonesia Kemdikbud menjelaskan, kisah Nyai Dasima adalah gosip yang berkembang berdasarkan isu populer di berbagai surat kabar Hindia-Belanda Abad 19, yakni berita-berita tentang nyai atau gundik pribumi orang Belanda.

"Cerita-cerita tentang 'nyai' biasanya berbentuk cerita kriminal tentang berbagai kejahatan yang terjadi pada masa itu. Hal tersebut terjadi karena kisah-kisah tersebut ditulis oleh wartawan dan berasal dari liputannya di pengadilan-pengadilan yang sedang menyidangkan berbagai kejahatan. Kasus-kasus kejahatan yang diangkat ada yang sangat populer, seperti kisah Nyai Dasima, sehingga dapat dikatakan bahwa kisah-kisah tersebut merupakan salah satu bentuk kisah-kisah rumor dan gosip yang beredar di masyarakat luas yang kemudian karena ketenarannya dibukukan," demikian penjelasan di Ensiklopedia Sastra Indonesia.

Selanjutnya, pendapat budayawan Betawi:

Selanjutnya
Halaman
1 2