NSS: Putri Tanjung-Ayla Dimitri Bicara Lika-Liku Jadi Content Creator

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 22:55 WIB
NSS episode 19 (tangkapan layar)
Foto: NSS episode 19 (tangkapan layar)
Jakarta - Program Ngobrol Sore Semaunya (NSS) memasuki episode 19. Kali ini Putri Tanjung bicara dengan selebgram Ayla Dimitri. Keduanya berbicara soal lika liku menjadi content creator.

NSS disiarkan dalam akun YouTube, CXO Media. Pada episode NSS 19, Kamis (31/12/2020), berjudul NSS Ep.19 - Ayla Dimitri: Pernah Mental Breakdown Menjadi Influencer. Mulanya, Ayla bercerita mengenai perjalanannya menjadi content creator.

Mulanya ia resign dari salah satu media tempat ia bekerja. Ayla mencari tantangan baru dengan merambah dunia fashion.

"Media sosial muncul di 2013 aku mulai posting-posting hal random nggak jelas akhirnya kayak posting ke pekerjaan dan fashion dan dari situ orang juga semakin kaya bisa (mengenal) Ayla Dimitri adalah ini," ujar Ayla.

Dari situ, ia mulai giat menunggah gaya-gaya berpakaian OOTD (outfit of the day). Sejak saat itu, ia mulai dikenal.

"Ternyata apa yang aku sudah lakukan di media lumayan menjadi sebuah self branding di layer awal. Kayak orang-orang kenal Ayla itu di fashion, fashion editor, fashion stylist," terangnya.

Di kesempatan yang sama, ia juga mengaku beberapa kali dihujat oleh orang karena unggahannya. Ayla mengaku sempat mengalami mental breakdown.

"Aku kan juga sempat mental breakdown dan itu berasal dari isu di social media. Jadi di situ aku baru mulai merasa gila ini bener-bener kita harus waras," ungkap Ayla.

Karena hal itu, ia mulai inisiatif membahas kesehatan mental. Ia pun turut mengajak teman-temannya agar tidak menyepelekan kesehatan mental.

Kemudian, Putri Tanjung menanyakan kepada Ayla pendapat tentang masa depan media sosial bagi content creator. Ayla membandingkan perbedaan kebiasaan netizen dulu dengan terkini.

"Awal-awal kan mungkin they wanna about something that is dulu ada tuh orang-orang yang rapi banget feed-nya, monokrom, rapi banget. Sekarang lebih santai maksudnya untuk orang ngobrol untuk interaksi juga mungkin akan lebih real dulu kan ada distance sekarang mungkin lebih real," imbuh Ayla.

"Kegunaan sosial media masih get connected with other people jadi in the future masih akan sama," lanjutnya.

(isa/jbr)