Bantu UMKM, Pertamina Salurkan Rp 26 Miliar Dana di Region Sumbagsel

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 14:06 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II menyalurkan dana Program Kemitraan di tiga provinsi yaitu Jambi, Bengkulu dan Lampung. Dana senilai Rp 5,5 miliar disalurkan pada periode November dan Desember 2020.

Selama tahun 2020, Pertamina telah menyalurkan Rp 26,9 milyar dalam Program Kemitraan untuk lima provinsi di seluruh wilayah region Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dana disalurkan pada 210 Mitra Binaan di berbagai sektor usaha, antara lain perdagangan, perikanan, pertanian, perkebunan, industri, dan lainnya. Tujuannya, untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil Mitra Binaan agar mandiri dalam menjalankan usahanya.

Pjs. Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Ujang Supriadi menjelaskan Program Kemitraan bukan hanya sekedar pemberian modal kerja namun juga pendampingan bagi mitra binaan untuk tumbuh dan berkembang dengan memberikan pembinaan dan pelatihan yang terarah serta pemberian fasilitas promosi dan pengembangan pasar.

"Kita melewati masa sulit saat pandemi COVID-19 di sepanjang tahun 2020, dimana banyak Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak sehingga dengan adanya Program Kemitraan ini, diharapkan dapat membantu dan menjadi langkah awal UMKM untuk bangkit", jelas Ujang dalam keterangan tertulis, Kamis (31/12/2020).

Mustika, salah satu pemilik UMKM konveksi Chandra yang menjadi Mitra Binaan menjelaskan dirinya terbantu oleh Program Kemitraan ini.

"Program Kemitraan ini sangat membantu kami sebagai pemilik UMKM apalagi saat adanya pandemi COVID-19, kami merasa mendapatkan 'udara segar' dari Pertamina," ujar Mustika.

Lebih lanjut, Ujang menyampaikan harapannya atas Program Kemitraan dari Pertamina.

"Para Mitra Binaan diharapkan dapat memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, sosial, lingkungan masyarakat di wilayahnya dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan", tutup Ujang.

(mul/mpr)