Perjalanan Kasus Chat Mesum HRS: Diproses, Disetop, hingga Dibuka Lagi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 14:27 WIB
Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus kerumunan di Petamburan, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Habib Rizieq tiba di Polda Metro Jaya.
Habib Rizieq Shihab (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Hakim praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memerintahkan agar kasus chat mesum dengan tersangka Habib Rizieq Shihab dibuka kembali. Kasus ini geger sejak 2017. Begini awal mulanya.

Kasus ini berawal dari sebuah situs beralamat www.baladacintarizieq.com pada awal 2017. Situs tersebut memuat konten gambar screenshot percakapan tak senonoh dalam aplikasi WhatsApp, antara seorang pria yang disebut sebagai Habib Rizieq dan wanita yang disebut-sebut Firza Husein.

Percakapan dalam screenshot seolah-seolah menggambarkan Habib Rizieq memiliki hubungan dengan Firza. Situs 'baladacintarizieq' juga memuat konten foto-foto syur yang diduga diambil Firza untuk pria yang diduga Habib Rizieq.

Tak hanya foto, situs tersebut juga mengunggah rekaman suara dua orang perempuan yang sedang membicarakan adanya hubungan terlarang antara pria diduga Habib Rizieq dan perempuan diduga Firza. Kedua perempuan tersebut digambarkan sebagai Firza sendiri dan sosok temannya Fatima alias Kak Emma.

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Pemerintah melalui Kemenkominfo langsung bergerak terkait adanya situs bermuatan konten pornografi itu. Kemenkominfo pun langsung memblokir situs baladacintarizieq.

Tak lama kemudian, sekelompok orang yang menamai diri Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi, melaporkan tiga situs yang mengandung konten pornografi ke Polda Metro Jaya. Pelapor, Jefri Azhar, melampirkan bukti print out percakapan antara Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein dalam laporannya tersebut. Adapun tiga situs yang dilaporkan oleh Jefri adalah baladacintarizieq, www.4nSh0t.com, dan www.s05exybib.com.

Laporan Jefri tertuang dalam nomor laporan polisi bernomor LP/510/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus. Dalam laporan tersebut, Jefri melaporkan ketiga situs itu dengan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Habib Rizieq dan Firza Husein Kompak Membantah

Habib Rizieq dan Firza pun buka suara soal heboh situs baladacintarizieq.com. Firza melalui keluarganya membantah. Begitu pun Habib Rizieq.

"Itu fitnah. Saya cuma punya satu kata untuk teks yang tersebar berkaitan dengan hoax itu, fitnah! Apa pun yang berkaitan dengan itu fitnah, buktikan saja itu," seru Fifi Husein, adik kandung Firza, saat ditemui di kediamannya, Jalan Makmur, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2017).

"Adapun soal fitnah semacam ini, saya ini sudah kenyang difitnah. Difitnah beristri enam, difitnah sodomi laskar, difitnah selingkuh sama perempuan, kemudian difitnah terima sogokan Rp 100 miliar, difitnah serobot tanah negara, difitnah menghina Pancasila, difitnah anti-Bhinneka Tunggal Ika, jadi sudah segudang fitnah yang ada. Nah, jawaban saya terhadap fitnah-fitnah ini cukup, yaitu Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir, walahaula walaquwwata Illabillahalil 'aliyil Adzim," ucap Rizieq di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Pengacara menyatakan bahwa Firza Husein tidak pernah membuat, menyimpan, dan menyebarkan foto dan chat via WhatsApp yang berkonten pornografi.

"Terkait foto-foto dan chat yang diduga mengandung unsur pornografi yang melibatkan nama dan foto atau gambar mirip FH, maka selaku kuasa hukum perlu kami tegaskan bahwa FH tidak pernah membuat, menyimpan, dan menyebarkan photo atau WA chat yang berisi konten pornografi," ujar Azis Yanuar, selaku kuasa hukum Firza Husein, dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Jumat (19/5/2017).

Habib Rizieq dan Firza Husein Tersangka

Namun kasus ini tetap berjalan. Pada pertengahan Mei 2017, Firza ditetapkan sebagai tersangka. Habib Rizieq juga dijadikan sebagai tersangka pada 29 Mei 2017.

Saat itu Habib Rizeq belum bisa diperiksa karena sudah terbang ke Arab Saudi. Sebagai tindak lanjutnya, Polda Metro menerbitkan DPO.

"Untuk kasus tersangka Rizieq Shihab, penyidik Polda Metro Jaya sudah menerbitkan DPO, hari ini. Kemudian saat ini penyidik sedang rapat di Mabes Polri dengan Divhubinter," kata Kombes Argo Yuwono, yang kala itu menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rabu (31/5/2017).

Selama Imam Besar FPI itu di Arab Saudi, pengacara Rizieq, Sugito Atmo Parwiro, mengatakan kliennya akan pulang ke Indonesia. Namun Rizieq meminta rekonsiliasi dengan pemerintah.

"Saya sudah sampaikan bahwa Habib tentu akan pulang, asal ada solusi rekonsiliasi dari pemerintah. Habib melihat proses hukum ini politis, bukan yuridis. Kalau sudah politis seperti itu, Habib tidak mau dong," ungkap Sugito, Kamis (6/7/2017).

Selanjutnya
Halaman
1 2