Komisi II DPR Bentuk Tim Sengketa Tanah, Akan Bahas soal Lahan Markaz Syariah

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 28 Des 2020 17:09 WIB
Jakarta -

Komisi II DPR RI telah membentuk tim yang bertugas menangani sengketa pertanahan. Tim penyelesaian sengketa pertanahan bentukan Komisi II DPR ini nantinya akan ikut membahas polemik lahan Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Syariah di Megamendung, Kabupaten Bogor, milik Habib Rizieq Shihab.

"Kalau soal pertanahan Komisi II sudah bentuk tim, sudah bentuk tim sengketa pertanahan ini, tim tentang penyelesaian sengketa pertanahan. Artinya tim itu kombinasi antara pihak Komisi II dengan pihak BPN, dengan kementerian, khususnya dari Ditjen Penanganan Sengketa," kata Wakil Ketua Komisi II Syamsurijal, kepada wartawan, Senin (28/12/2020).

Syamsurijal menyebut tim penyelesaian sengketa pertanahan Komisi II ini terus menerima pengaduan terkait sengketa tanah. Pimpinan Komisi II dari Fraksi PPP itu memastikan tim tersebut akan ikut menangani polemik lahan Markaz Syariah.

"Tapi kita belum... karena kesibukan Komisi II, jadi kita belum full untuk menyelesaikan soal sengketa tanah ini, tapi pengaduan masyarakat terus masuk," sebut Syamsurijal.

"Pertanahan termasuk dalam itu kan (polemik lahan Markaz Syariah). Hanya saja belum dapat kita carikan solusinya. Ini (polemik lahan Markaz Syariah) contoh kasusnya. Jadi memang kalau soal tanah tidak secepat yang kita harapkanlah memang," imbuhnya.

Lebih lanjut, Syamsurijal mengatakan penyelesaian sengketa pertahanan memang tidak mudah. Sebab, banyak pihak yang harus dikoordinasikan.

"Seperti yang saya katakan tadi pertambahannya seperti deret ukur. Deret ukur kalau dalam matematika kan perkalian itu, cepat dia. Dan itu bukan salah siapa, memang tidak mudah melakukan koordinasi untuk penyelesaian persoalan tanah ini. Banyak pihak yang mesti dikoordinasikan, banyak pihak," terang Syamsurijal.

"Misalkan tadi itu (polemik lahan Markaz Syariah). Misalnya dia (pihak Habib Rizieq) katakan dia beli dari si anu, kita kan mesti klop itu, datangi dulu ke tempat itu. Yang positif itu adalah kita (Komisi II) sudah mulai mempraktikkan itu (membentuk tim)," sambung dia.

Selengkapnya baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2