Kutuk Keras Parodi Lagu Indonesia Raya, Waka DPR Desak Kemlu-BIN Investigasi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 28 Des 2020 10:16 WIB
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin melihat langsung seleksi calon hakim agung di Komisi Yudisial (KY). 14 Calon hakim agung akan mengikuti seleksi wawancara.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Video lagu 'Indonesia Raya' dibuat parodi beredar viral di media sosial. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengutuk keras perbuatan menghina simbol negara Indonesia tersebut.

"Ini sebuah penghinaan terhadap simbol negara bangsa Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan salah satu empat simbol negara selain bendera, bahasa, dan lambang negara," kata Azis Syamsuddin dalam keterangannya, Senin (28/12/2020).

Azis kemudian meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Badan Intelijen Negara (BIN) berkoordinasi menindak kejadian tersebut. Ia juga berharap Kemlu mengirimkan nota diplomatik yang berisi surat protes terhadap pemerintah Malaysia.

"Kemenlu harus tegas menyampaikan nota diplomatik, mengirimkan surat protes kepada pemerintah Malaysia dan pihak BSSN serta BIN dapat segera bekerja melakukan investigasi dan menggali informasi terhadap motif tersebut. Antarnegara tetangga perlu saling menghormati," ucapnya.

Waketum Partai Golkar itu juga mendesak Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia untuk Indonesia agar menangkap pelaku parodi lagu 'Indonesia Raya'. Ia menilai kejadian ini dapat berdampak buruk bagi hubungan bilateral kedua negara.

"Malaysia harus dapat menangkap pelaku dan mengumumkan secara resmi," ujar Azis.

Simak selengkapnya terkait video lagu 'Indonesia Raya' dibuat parodi.

Selanjutnya
Halaman
1 2