Mahfud Tegaskan Kasus Ba'asyir, HRS, Bahar Smith Bukan Kriminalisasi Ulama

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 18:48 WIB
Mahfud Pimpin Rapat TGPF Penambakan di Papua
Menko Polhukam Mahfud Md (Foto: dok. Kemko Polhukam)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan kasus Habib Rizieq Shihab, Abu Bakar Ba'asyir, dan Habib Bahar bin Smith bukanlah kasus kriminalisasi ulama. Kenapa?

"Maka saya sebut beberapa orang yang punya masalah hukum yang sering disebut sebagai ulama. Pertama, Abu Bakar Ba'asyir? Itu terbukti secara sah dan meyakinkan terlibat terorisme. Dia itu dijatuhi hukuman ketika Ketua Mahkamah Agung dikenal sebagai tokoh Islam, yakni Bagir Manan. Tak mungkin Pak Bagir membiarkan kriminalisasi ulama jika tak ada bukti terlibat terorisme," ujar Mahfud dalam keterangan tertulisnya berjudul 'Tak Ada Islamofobia dan Kriminalisasi Ulama'. Saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (24/12/2020), Mahfud membenarkan itu adalah tulisannya.

Selain Abu Bakar, Mahfud menyoroti kasus Habib Bahar bin Smith dan Habib Rizieq. Untuk kedua orang ini, Mahfud menegaskan tidak ada kriminalisasi ulama karena keduanya dihukum lantaran melakukan tindak pidana umum.

"Kedua, Bahar bin Smith? Itu dihukum bukan karena menghina Presiden atau mengolok-olok pemerintah, apalagi karena berdakwah, tetapi karena melakukan penganiayaan berat yang korbannya jelas. Ketiga Rizieq Shihab? Dia tak pernah dihukum atau ditersangkakan karena politik atau kehabibannya, tetapi karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana umum," paparnya.

Selain itu, kasus Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur juga bukan kriminalisasi ulama. Sebab, Gus Nur melakukan ujaran kebencian. Mahfud juga menyebut Gus Nur bukan kategori ulama.

"Nur Sugik (Gus Nur)? Itu jelas melakukan ujaran kebencian secara terbuka. Dia juga 'bukan ulama'," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2