Polda NTT Patroli ke Gereja-gereja, Titip Pesan Natal Damai

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 16:34 WIB
Polda NTT mengerahkan 3.904 personel untuk mengamankan perayaan Natal 2020 (Dok. Istimewa0
Polda NTT mengerahkan 3.904 personel untuk mengamankan perayaan Natal 2020. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polda NTT mengerahkan 3.904 personel untuk mengamankan perayaan Natal 2020. Polda NTT mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, seperti kerumunan dan pesta minuman keras (miras) yang rawan terjadi

"Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif, didampingi Kadivhubinter Polri selaku Katim Supervisi Operasi Lilin 2020 Irjen Jhoni Asadoma mengecek langsung kesiapan pengamanan Natal 2020 dan tahun baru 2021," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Johannes Bangun dalam keterangan tertulis pada Kamis (24/12/2020).

Johannes mengatakan Polda NTT serta seluruh stakeholder bertugas memastikan perayaan Natal 2020 berjalan aman, damai, dan tertib protokol kesehatan COVID-19. Johannes, yang juga ikut rombongan, mengatakan mereka melakukan pengecekan ke titik-titik yang prediksi ramai mobilitas warga di Kupang, seperti ke Gereja Kuanonia, Gereja Katedral, pusat perbelanjaan Ramayana Kupang, Bandara El Tari, Pelabuhan Tenau, dan tempat wisata Pantai Tablolong.

"Tahun ini, kita semua tahu kondisinya berbeda dari tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 membuat kita tidak bisa merayakan Natal dengan berkumpul, berkerumun. Tapi seperti Bapak Kapolda katakan, masyarakat bisa merayakan Natal dengan lebih khusyuk, kesederhanaan dan keintiman bersama orang-orang terkasih," tutur Johannes.

"Perayaan Natal di tengah pandemi ini harus sesuai protokol kesehatan. Itu yang kami harus pastikan dan jamin," sambung dia.

Selain memastikan situasi seturut protokol kesehatan, sambung Johannes, rombongan Kapolda juga mengecek kesiapan personel di pos pengamanan dan pos pelayanan yang diisi aparat TNI-Polri serta petugas Dinas Perhubungan Pemprov NTT, serta sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas pengamanan.

"Pengecekan ini dilakukan juga guna memastikan kesiapan petugas di lapangan dan memberikan apresiasi serta motivasi terhadap anggota agar menjalankan perannya secara maksimal," ucap Johannes.

"Kekuatan personel 3.904 orang, terdiri Polri sebanyak 1.428, instansi terkait 2.476. Khusus wilayah Kota Kupang jumlah gereja 154. Untuk wilayah Kota Kupang diperkuat 338 personel terdiri dari Polda 218 dan Polres Kupang Kota 120 orang personel," tambah Johannes.

Johannes menuturkan strategi Polda NTT agar tak terjadi kerumunan pada Misa Natal adalah berkoordinasi dengan para pimpinan gereja. Polda NTT meminta misa Natal dapat dilakukan 3-4 kali dengan harapan jemaat yang berkeras menunaikan ibadah Natal di gereja dapat datang bergantian.

"Potensi kerawanan di NTT ini adalah berkumpulnya massa di saat pandemi COVID-19. Ini tantangan karena mayoritas warga merayakan Natal. Kami sudah melakukan koordinasi dengan untuk pelaksanaan misa Natal dilakukan 3-4 kali sehari dan waktu pelaksanaan dikurangi, yang bisanya 2 jam menjadi 1 jam," terang Johannes.

Terakhir, Johannes menyampaikan Kapolda juga mengantisipasi pesta minuman keras sangat potensi menimbulkan kerawanan kamtibmas.

"Juga tak kalah penting, Kapolda memerintahkan seluruh anggota yang bertugas untuk membubarkan pesta-pesta miras yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Masyarakat dilarang melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu kamtibmas dan kekhusyukan Hari Natal," tandas Johannes.

(aud/rdp)