Namanya Disebut Saksi di Sidang, Pengacara Nurhadi Tegaskan Bisa Lapor Polisi

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 17:45 WIB
Maqdir Ismail
Foto: Maqdir Ismail (Ari Saputra)
Jakarta -

Nama pengacara mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Maqdir Ismail disebut saksi di sidang kasus suap gratifikasi Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Saksi bernama Bashori mengaku pernah mendapat telepon dari seseorang yang mengenalkan diri sebagai Maqdir Ismail.

Awalnya, jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Bashori yang mengaku pernah ditemui seseorang di rumahnya, orang itu menyerahkan handphone-nya dan meminta Bashori berbicara dengan Hiendra Soenjoto yang saat itu adalah DPO.

Kemudian, menurut pengakuan Bashori, Hiendra menyerahkan handphone itu ke Maqdir Ismail untuk menjelaskan tentang perlawanan ke KPK, yakni mengajukan praperadilan terkait penggeledahan di rumah kakak Hiendra Soenjoto yang bernama Hengky Soenjoto.

"Sekitar 6 Juli 2020 pagi hari ketika saya sedang membersihkan rumah di Surabaya, saya didatangi dua orang laki-laku boncengan sepeda motor, orang tersebut memakai masker, dan saya tidak kenal. Kedua orang itu datang ke saya, sambil menyerahkan HP mengatakan ke saya 'Pak Bas ada yang mau bicara, saya meyakini orang itu adalah orang Multicon, atau eks Multicon, setelah saya terima, dan katakan 'halo', saya yakini orang yang bicara adalah Hiendra, Hiendra bilang 'Pak Bas ini ada penjelasan Pak Maqdir, silakan bicara, ini saya berikan HP-nya. Ini benar ada?" tanya jaksa Wawan Yunarwanto dalam sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).

"Oh itu ada, tapi (telepon) terputus. Setelah itu ada yang bicara, nanti Pak Maqdir ada," jawab Bashori.

"Apa yang disampaikan?" tanya jaksa

"Menyampaikan untuk memberikan nasihat tentang praperadilan. Saya jelaskan ke dia (Maqdir), Hengky nggak akan lakukan praperadilan karena tidak ada prosedur yang dilampaui," ucap Bashori.

Maqdir yang namanya disebut dalam sidang pun mengonfirmasi ulang hal itu. Sebab, menurut Maqdir, dia tidak pernah berkomunikasi dengan Bashori.

"Apa betul saudara yakini sesuai dengan keterangan saudara yang di BAP bahwa saudara bicara dengan Maqdir ketika itu?" tanya Maqdir dalam sidang.

Menurut Bashori, dia tidak tahu apakah yang bicara dengannya saat itu benar Maqdir atau bukan. Namun, dia meyakini orang itu mengenalkan diri sebagai Maqdir.

"Saya sampaikan sama penyidik, saya tidak tahu itu Maqdir apa tidak, karena saya tidak tahu dan tidak pernah kenal. Tapi orang yang bicara itu menyampaikan dia Maqdir. Jadi saya tidak tahu tuh dia Maqdir benar atau tidak," kata Bashori.

Mendengar pernyataan Bashori, Maqdir lantas bicara mengenai pelaporan sumpah palsu. Namun, Bashori menegaskan dirinya siap jika dilaporkan sumpah palsu, karena menurutnya, kesaksiannya menceritakan kejadian yang sebenarnya.

"Kenapa saya tanya itu, ini kalau saya sama Hiendra lapor kepada polisi, ini ada sumpah palsu," tegas Maqdir.

"Silakan pak, nggak apa pak, karena itu memang yang saya alami. Jadi saya memang alami kejadian seperti itu," jawab Bashori.

Jaksa KPK keberatan dengan sikap Maqdir. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2