35% Warga DKI Masih Gunakan Air Tanah, PAM Jaya: Aspek Lingkungan Terganggu

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 14:52 WIB
Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo
Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 35 persen warga Jakarta saat ini masih menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Direktur Utama PAM Jaya Bambang Hernowo mengatakan hal itu terjadi karena warga masih menganggap air di daerahnya masih baik.

"Jadi kita punya katakanlah 10 sampai 11 juta penduduk warga Jakarta, maka saat ini kami baru mulai 65 persen, jadi 35 persennya itu belum terlayani. (35 persen) itu warga yang memang nggak mau karena mereka masih bisa mendapatkan air bersih," ujar Bambang dalam acara diskusi daring 'Memenuhi Hak Atas Air Bersih', Rabu (23/12/2020).

Menurutnya, konsumsi air tanah di Jakarta saat ini sebesar 7 juta meter kubik dengan 220 liter per detik. Bambang mengatakan hal itu merupakan tantangan bagi PAM Jaya agar warga mau beralih menggunakan air pipa.

"Saat ini, konsumsi air tanah dalam yang tercatat sekitar 7 juta meter kubik, 220 liter per detik, itu tantangan kita bagaimana kita mengkonversi itu pindah ke perpipaan," katanya.

Bambang mengatakan PAM Jaya saat ini memiliki program agar warga mau menggunakan air pipa. Menurutnya, menggunakan air tanah itu akan mengganggu lingkungan.

"Kita untuk menghemat air bagaimana memindahkan air tanah ke dalam air minum perpipaan, ini juga yang kemudian bagaimana aspek lingkungan menjadi terganggu, ketika terjadi ekstraksi air tanah secara besar-besaran, inilah peran PAM Jaya untuk bisa mengkonversi dengan menyediakan air perpipaan untuk menggantikan air tanah dalam, yang ada sekarang," ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang menerangkan, untuk memenuhi layanan 100 persen warga Jakarta, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi. Hal yang dilakukan adalah menyediakan lokasi penyimpanan air.

"Inisiatif strategis untuk peningkatan cakupan layanan 100 persen dan keberlanjutan air di Jakarta. Yang pertama, kita bisa menambah pasokan air baku kita dengan menambah WTP (water treatment plan)," ujarnya.

"Pertama adalah SPAM Ciliwung 200 LPS (liter per second), SPAM Hutan Kota 500 LPS, sudah selesai, SPAM Pesanggrahan 750 LPS, Uprating di Buaran 3, kita punya lahan di Buaran yang kita bisa manfaatkan agar kita bisa membangun sampai 3.000 LPS. Kedua, pasokan air curah-SPAM regional, ini berasal dari kegiatan strategis nasional, SPAM Jatiluhur 4.000 LPS, SPAM Karian 3.200 LPS," sambungnya.

Tonton video 'Baru 60% Kawasan di Jakarta Gunakan Air PAM':

[Gambas:Video 20detik]



(man/aud)