Menko Perekonomian Raih Gelar Doktor HC Bidang Olahraga dari Unnes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 23 Des 2020 14:07 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartanto mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes)
Foto: Istimewa
Semarang -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartanto mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Gelar tersebut diberikan dalam bidang Manajemen Olahraga karena dianggap mampu memajukan cabang olahraga Wushu.

Acara penganugerahan gelar Honoris Causa tersebut digelar di Auditorium Unnes dan dihadiri sejumlah pejabat Jateng seperti Gubernur Jateng dan Wakil Gubernur Jateng. Hadir juga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali.

Rektor Unnes, Fathur Rokhman mengatakan kiprah Airlangga sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menghasilkan atlet Wushu yang kerap mengharumkan nama bangsa di kancah internasional dengan medali emas.

"Cabang olahraga Wushu mengalami transformasi progresif dan berkelanjutan. Hasilnya Wushu digemari masyarakat dan jadi andalan Indonesia pada ajang internasional," kata Fathur dalam pidatonya, Rabu (23/12/2020).

"Dengan bangga unens menganugrahkan Honoris Causa di Bidang Olahraga kepada Ir. Airlangga Hartanto, MBA., MNT., IPU, " imbuhnya.

Dalam sesi wawancara, Fathur menjelaskan mekanisme sudah dilalui mulai dari usulan dari program S3 kemudian sampai ke kajian termasuk mendapat rekomendasi dari cabang olahraga lain.

"Yang luar biasa itu cabang olahraga lain ikut beri rekomendasi," tegasnya.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali dalam pidatonya menyebut kepiawaian Airlangga sebagai Ketua PBWI dengan pendekatan humanis selalu membawa medali emas di ajang internasional.

"Prestasi tingkat Asean dan sea games, Wushu tidak pernah tidak bawa pulang emas," tegas Amali.

Menurutnya Wushu merupakan cabang olahraga dengan pengelolaan terbaik meski tidak sepopuler olahraga lainnya. Namun menurutnya humanisme Airlangga mampu menyentuh hingga para atlet. Ia mencontohkan atlet Edgar Xavier Marvelo yang mendapat kabar ayahnya meninggal saat berlaga di SEA Games 2019 namun tetap melanjutkan perjuangan walau sudah diperbolehkan pulang.

"Katanya, pesan bapak saya, saya harus berjuang sampai akhir. Ini mungkin efek kepemimpinan humanis," katanya.

Dalam sesi wawancara, Amali juga menyebut cabor Wushu merupakan cabor yang bertahan di tengah pandemi dengan menggelr kejuaraan secara virtual. Inovasi itu menurutnya patut diapresiasi.

"Disaat semua cabor berhenti ketika pandemi, Wushu masih mampu menggelar virtual championship bahkan tidak hanya nasional tapi hadirkan negara-negara lain," katanya.

Dalam penganugerahan gelar HC itu Airlangga memaparkan orasi ilmiah berjudul "Transformasi Organisasi Olahraga Melalui Kepemimpinan Humanis". Airlangga menyebut gelar tersebut diperoleh juga berkat dari pengurus PBWI termasuk atlet dan pelatih.

"Merupakan hasil kerja seluruh tim dari PB Wushu baik pengurus kemudian juga atlet dan pelatih. Penghargaan dari kerja bersama selama 4 tahun terakhir," ujar Airlangga.

Ia berterimakasih karena Unnes memperhatikan Wushu, bahkan beberapa atlet Wushu juga berasal dari Unnes. Menurutnya butuh waktu panjang untuk membuahkan hasil dan itu juga tergantung dari sumber daya manusia yang ada.

"Unnes menggelar kejuaraan rutin tiap tahun. Dan beberapa atlet nasional Wushu adalah mahasiswa Unnes. Secara psikologis dan emosional antaran PB Wushu dan Unnes sangat dekat," tandasnya.

(akn/ega)