Waspadai Cuaca Ekstrem 21-27 Desember, Kemenhub Keluarkan Maklumat Pelayaran

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 09:48 WIB
Pelabuhan ASDP Ketapang,
Pelabuhan ASDP Ketapang (Ardian Fanani/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan maklumat pelayaran untuk mewaspadai cuaca ekstrem pada 21-27 Desember 2020. Kemenhub meminta Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dikeluarkan jika cuaca diyakini aman untuk berlayar.

Maklumat dari Dirjen Perhubungan Laut ditujukan kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, KSOP, KSOP Khusus Batam, UPP, serta Kepala Pangkalan PLP dan Kepala Distrik Navigasi di seluruh Indonesia. Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ahmad, meminta syahbandar selalu mengecek perkembangan cuaca.

"Saya menginstruksikan kepada seluruh syahbandar untuk melakukan pemantauan ulang (up-to-date) kondisi cuaca setiap hari melalui website www.bmkg.go.id serta menyebarluaskan hasil pemantauan dengan cara membagikan kepada pengguna jasa serta memampangkannya di terminal-terminal atau tempat embarkasi debarkasi penumpang," kata Ahmad dalam keterangannya, Selasa (22/12).

Dari keterangan Kemenhub, apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran, syahbandar diminta tidak menerbitkan SPB sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan aman untuk berlayar.

Kemenhub meminta agar kegiatan bongkar-muat barang tetap diawasi. Jika ada masalah seperti terjadi tumpahan minyak, harus segera dikoordinasikan dengan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP).

"Terhadap kegiatan bongkar-muat barang agar diawasi secara berkala untuk memastikan kegiatan dilaksanakan dengan tertib dan lancar, muatan di-lashing, kapal tidak overdraft serta stabilitas kapal tetap baik. Apabila terjadi tumpahan minyak di laut agar dapat berkoordinasi dengan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) terdekat untuk membantu penanggulangan tumpahan minyak," ujarnya.

Operator kapal, khususnya nakhoda, harus memantau kondisi cuaca sekurang-kurangnya enam jam sebelum kapal berlayar. Hasil pemantauan harus dilaporkan kepada pihak pelabuhan sebelum mengajukan SPB.

"Selama pelayaran di laut, saya menginstruksikan kepada nakhoda agar wajib melakukan pemantauan kondisi cuaca setiap 6 (enam) jam dan melaporkan hasilnya kepada Stasiun Radio Pantai terdekat serta dicatatkan ke dalam Log-Book serta bagi kapal-kapal yang berlayar lebih dari 4 (empat) jam pelayaran kepada nakhoda diwajibkan untuk melampirkan berita cuaca yang telah ditandatangani sebelum mengajukan SPB kepada Syahbandar," ungkap Ahmad.

"Pada saat kapal dalam pelayaran mendapat cuaca buruk, agar segera berlindung ditempat yang aman dengan ketentuan kapal harus tetap siap digerakkan. Setiap kapal yang berlindung wajib segera melaporkan kepada syahbandar dan SROP terdekat dengan menginformasikan posisi kapal, kondisi cuaca dan kondisi kapal serta hal-hal penting lainnya serta melakukan pemantauan/pengecekan terhadap kondisi kapal untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal yang dapat menyebabkan terjadi tumpahan minyak di laut," tambahnya.

"Apabila terjadi kecelakaan kapal agar segera berkoordinasi dengan syahbandar setempat dan melakukan penanggulangan tumpahan minyak di laut dan akibat lain yang ditimbulkan termasuk penandaan dan kegiatan salvage," jelas Ahmad.

Ahmad juga menginstruksikan seluruh Kepala Pangkalan PLP dan Kepala Distrik Navigasi agar kapal patroli dan kapal perambuan tetap bersiaga. Segera berikan pertolongan apabila ada kapal yang dalam bahaya atau mengalami kecelakaan.

"Saya menginstruksikan kepada seluruh Kepala Pangkalan PLP dan Kepala Distrik Navigasi agar kapal-kapal negara, seperti kapal patroli dan kapal perambuan, untuk tetap bersiaga dan segera memberikan pertolongan terhadap kapal-kapal yang dalam keadaan bahaya atau mengalami kecelakaan. Kepala SROP dan Nakhoda kapal negara untuk melakukan pemantauan dan penyebarluasan kondisi cuaca dan berita marabahaya. Apabila terjadi kecelakaan kapal maka Kepala SROP dan nakhoda kapal-kapal negara harus berkoordinasi dengan Pangkalan PLP," ujar Ahmad.

Wilayah perairan mana saja yang diprediksi akan terjadi gelombang tinggi. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2