Ketua MPR Puji Keberhasilan Pemulihan Ekonomi Sulawesi Selatan

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 20 Des 2020 19:58 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan III tahun 2020 tercatat bertumbuh 8,18% secara q to q, dengan nilai tambah Rp 133,02 triliun. Sulawesi Selatan memberdayakan sektor pertanian dan perikanan untuk mengatrol aktivitas perekonomian.

Dalam pertemuannya dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi pencapaian ekonomi tersebut. Menurutnya, Sulsel menjadi salah satu daerah yang mampu memulihkan ekonomi dalam waktu cukup cepat.

"Sulawesi Selatan punya banyak modal untuk tampil sebagai provinsi yang mampu memulihkan perekonomiannya secara cepat akibat pandemi COVID-19. Terutama dengan mengandalkan sektor pertanian dan perikanan. Informasi dari Gubernur, sekitar 30 persen beras yang berada di Jawa, berasal dari Sulawesi Selatan. Menunjukan betapa hebatnya sektor pertanian di Sulawesi Selatan," kata Bamsoet, Minggu (20/12/2020).

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, berdasarkan data BPS Sulsel, produksi padi sepanjang Januari hingga September 2020 diperkirakan sekitar 3,78 juta ton gabah kering giling. Bamsoet mengatakan jika Sulsel bisa terus meningkatkan produktivitas pertanian padinya, Indonesia tak perlu lagi impor beras.

"Pertumbuhan sektor perikanan Sulawesi Selatan juga menggembirakan. Tercatat selama kuartal III-2020, produksi penangkapan ikan di laut mencapai 91 ribu ton. Menunjukan bahwa masa depan Indonesia tak lagi berada di perkotaan, melainkan di desa dengan pertanian dan kelautannya,"imbuh Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2020-2024 ini yakin pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memberikan perhatian kepada sektor pertanian dan perikanan. Sebab, kedua sektor tersebut menyerap banyak tenaga kerja. Dari sekitar 4,1 juta pekerja di Sulawesi Selatan, mayoritasnya sebesar 39,78% bekerja di sektor pertanian.

"Secara nasional, BPS mencatat sektor pertanian mampu tumbuh 2,15% di kuartal III-2020 (year on year). Hal ini karena menguatnya permintaan dari dalam negeri, khususnya untuk buah dan sayuran. Masyarakat mulai menyadari, mengkonsumsi hasil pertanian dalam negeri adalah bagian dari nasionalisme, wujud nyata yang menunjukan besarnya rasa cinta terhadap Tanah Air," urai Bamsoet.

(ega/ega)