Round-Up

Tugas Menanti Dosen USU Usai Bebas di Kasus Hoax 'Bom Pengalihan Isu'

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 20:03 WIB
Dosen USU
Dosen USU Himma (Foto: dok. Antara)
Jakarta -

Himma Dewiyana Lubis segera bertugas lagi sebagai dosen, mengajar mahasiswa di Universitas Sumatera Utara (USU). Dia telah bebas dari kasus dugaan penyebaran hoax 'bom Surabaya pengalihan isu'.

Kasus Himma Dewiyana berpangkal dari komentarnya atas peristiwa terorisme, yakni bom yang diledakkan di sejumlah gereja di Surabaya, 13 Mei 2018. Saat itu, ada 25 orang korban tewas akibat aksi teror itu.

Saat itu suasana menjelang Pilpres 2019. Tagar #2019GantiPresiden ramai di media sosial. Himma beropini bahwa peristiwa bom adalah pengalihan isu. Menulislah dia di akun Facebook-nya. Begini bunyi tulisannya:

Skenario pengalihan yang sempurna
#2019GantiPresiden.

Himma kemudian ditangkap polisi gara-gara status Facebook itu. Aparatur sipil negara (ASN) itu juga dicopot sementara dari jabatan kepala arsip USU, kampus tempat dia bekerja. Himma ditahan dan menjalani rangkaian persidangan.

PN Medan menyatakan Himma terbukti menulis ujaran kebencian di status Facebook terkait bom Surabaya. PN Medan hanya menjatuhkan hukuman percobaan, yaitu dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan selama 2 tahun. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi (PT) menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara.

Gedung Mahkamah AgungGedung Mahkamah Agung (Ari Saputra/detikcom)

Singkat cerita, Mahkamah Agung (MA) membebaskan Himma dari dakwaan. Duduk sebagai ketua majelis Prof Dr Surya Jaya dengan anggota Sofyan Sitompul dan Brigjen TNI Sugeng Sutrisno.

"Putusan bebas," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (17/12/2020).

Selanjutnya, apa pertimbangan hakim?: