Korlap Rizal Kobar Jelaskan Alasan Aksi 1812 Tetap Digelar Saat Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 18:54 WIB
Rizal Kobar
Rizal Kobar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengimbau agar aksi 1812 tidak dilakukan karena saat ini masih pandemi virus Corona (COVID-19). Korlap aksi 1812 Rizal Kobar pun menyebut aksi yang digelar simpatisan Habib Rizieq Shihab itu tidak ada bedanya dengan pelaksanaan pilkada.

"Apa bedanya aksi sama pilkada? Nggak ada bedanya. Makanya dulu dengan adanya pilkada, sama. Tapi bagi saya, saya aksi itu akan menjalani protokol COVID, gitu," kata Rizal di Masjid Al-Makmur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020).

Rizal menjelaskan aksi tetap dilakukan di tengah pandemi COVID-19 karena aspirasi harus disampaikan ke pemerintah. Dia menerangkan aksi 1812 adalah unjuk rasa dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

"Kalau nggak ada kepastian kapan COVID ini selesai, sementara tuntutan saya harus disuarakan, kalau repot kalau nggak, gitu lho. Jadi bagi saya COVID iya, kita harus dipatuhi. Tapi bukan juga berarti kita berdiam diri untuk tidak berbuat apa-apa," ucap Rizal.

Dia pun menambahkan, pemberitahuan aksi 1812 sudah disampaikan pihaknya ke Polda Metro Jaya. Dalam penyampaian pemberitahuan itu, Rizal mengatakan siap bertanggung jawab mengenai protokol kesehatan COVID-19.

"Saya tanggal 15 ke Polda Metro Jaya, di Intelkam, menyampaikan pemberitahuan saya bahwa 1812 akan ada aksi, sekitar salat Jumat kurang-lebih dari 500 orang. Mungkin ada tambahan. Saya sampaikan berdialog, saya dikasih berkas untuk tanda tangan, sebagai korlap untuk tanggung jawab kalau ada apa-apa. Yang poinnya tentang soal kerumunan COVID, protokol kesehatan, kedua soal ketertiban keamanan aksi, saya setuju itu," bebernya.

Rizal Kobar menambahkan polisi meminta dirinya kembali untuk datang ke Polda Metro Jaya pada Kamis (17/12) untuk menandatangani kembali berkas soal protokol kesehatan COVID-19 dan keamanan. Setelah menandatangani itu, ia menyampaikan kepada rekan-rekannya bahwa pemberitahuan sudah terpenuhi.

Namun Rizal mengungkapkan mengaku kemudian diberi tahu bahwa aksi 1812 tidak berizin. Simak selengkapnya di halaman sebelah.