Berlaku Hari Ini, Tangsel Batasi Operasional Mal hingga Pukul 19.00 WIB

ADVERTISEMENT

Berlaku Hari Ini, Tangsel Batasi Operasional Mal hingga Pukul 19.00 WIB

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 15:41 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Airim Rachmi Diany mendatangi kantor KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018). Airin yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu mengaku diminta masukan terkait draft rencana nasional pencegahan korupsi.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Pemkot Tangerang Selatan memberlakukan pembatasan dan pelarangan kerumunan masyarakat, termasuk Natal dan tahun baru (nataru). Pemkot Tangsel akan melakukan pembatasan operasional mal hingga pukul 19.00 WIB. Kebijakan tersebut mulai berlaku hari ini, 18 Desember.

Pengetatan akan diberlakukan mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Masyarakat diminta tak melanggar pembatasan aktivitas yang diberlakukan pemerintah.

"Mulai hari Jumat (18/12), tidak boleh ada aktivitas yang mengundang kerumunan, baik kegiatan keagamaan, hajatan maupun aktivitas yang mengundang keramaian," kata Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

"Juga akan ada pembatasan kegiatan operasional pusat perbelanjaan, kafe, restoran, dan lainnya sampai pukul 19.00 WIB," imbuhnya.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan angka kematian COVID-19. Airin mengatakan angka kematian kasus Corona di Tangsel pada Desember tertinggi dari masa sembilan bulan pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, untuk mencegah peningkatan penyebaran dan penularan COVID-19, Pemkot mengeluarkan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat sejak 18 Desember hingga 8 Januari sesuai instruksi pemerintah pusat yang melarang aktivitas Natal dan perayaan tahun baru. Masyarakat yang melanggar akan dikenai sanksi.

"Bulan ini, baru masuk minggu kedua, angka kematian mencapai 30, padahal periode bulan November sebanyak 30-an," ujar Airin.

Lebih lanjut, Airin juga meminta Satgas COVID-19 di RT/RW, kelurahan, dan kecamatan melakukan penindakan bila menemukan aktivitas kerumunan di wilayahnya.

"Satgas COVID-19 tingkat RT/RW, kelurahan dan kecamatan jangan sungkan- sungkan membubarkan keramaian yang terjadi bila menemukan pelanggaran. Apabila terbukti menyalahi aturan, berikan sanksi kepada pelaku kerumunan," ungkap Airin.

Airin menyebut pihaknya akan menurunkan personel untuk membantu TNI/Polri di Posko Komando Taktis (Poskotis) Nataru pada 21 Desember-4 Januari. Adapun petugas Dinkes hingga Satpol PP diminta terjun terkait pengamanan liburan Natal dan tahun baru.

"Kita akan menerjunkan personel Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) untuk pengamanan nataru," ujarnya.

Airin berharap pengetatan perilaku masyarakat dapat mengurangi penyebaran COVID-19. Jika penyebaran Corona dapat dicegah, diharapkan angka kematian akan menurun.

"Apabila kita mampu menekan penyebaran COVID-19, angka kematian akan menurun. Untuk itu, pentingnya perilaku disiplin prokes harus diterapkan di masyarakat supaya terbebas dari penularan penyakit COVID-19 yang mematikan," imbuhnya.

(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT