Naik Kelas, 162 Peserta Pertamina UMKM Academy Diwisuda Secara Virtual

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 20:37 WIB
Sebanyak 162 UMKM binaan Pertamina dinyatakan lulus dan naik kelas usai mengikuti Pertamina UMKM Academy: Fast Track.
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Sebanyak 162 UMKM binaan Pertamina dinyatakan lulus dan naik kelas usai mengikuti Pertamina UMKM Academy: Fast Track. Para UMKM tersebut lulus baik dalam kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, maupun Go Global.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menutup rangkaian acara tersebut kemarin. Dalam sambutannya, Nicke mengucapkan selamat kepada para mitra binaan yang telah naik kelas.

"Dalam waktu yang relatif singkat, para UMKM mampu meningkatkan kapasitas usahanya dana memenuhi kriteria untuk naik kelas. Mereka (UMKM binaan) telah memenuhi minimal satu dari kriteria tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Kriteria tersebut di antaranya ada peningkatan jumlah pegawai, peningkatan nilai pinjaman, peningkatan kapasitas produksi, peningkatan omzet, pelibatan masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk, pemasaran produk di luar kota/negeri, dan memperoleh sertifikat nasional/internasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menambahkan meski program Pertamina UMKM Academy: Fast Track telah usai, terdapat beberapa program yang akan dilanjutkan. Misalnya kelas Go Modern akan difokuskan pada sektor agribisnis untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Selanjutnya peserta Go Digital dan Go Online yang lulus akan dimasukkan pada kelas Go Global. Sementara peserta Go Global memiliki potensi untuk diikutkan pameran baik di dalam maupun luar negeri.

Fajriyah juga turut menyampaikan terima kasih kepada para partner yang mendukung kesuksesan acara ini. Mulai dari Mitra Tour & Travel, MarkPlus Institute, IDE-SEED, LKHI, blibli.com, Wakaf Produk Indonesia, dan BPOM.

"Semoga program ini dapat terus berlanjut dan lebih banyak lagi UMKM naik kelas. Serta mendukung SDGs poin 8, yakni diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Fajriyah.

Mayoritas peserta mendapatkan keuntungan secara langsung saat mengikuti acara ini. Seperti sebanyak 61 UMKM sedang didaftarkan untuk proses pengurusan sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan 29 UMKM kuliner diproses untuk mendapatkan sertifikat halal.

Lalu terdapat beberapa mitra binaan yang mendapat hibah alat dan teknologi tepat guna untuk mendukung usahanya. Salah satunya adalah Jefri Wahyudi. Pemilik UD Trisno yang bergerak pada sektor Pertanian tebu ini mendapat bantuan alat hand sprayer untuk mendukung keefektivitasan usahanya.

"Saya sangat berterima kasih kepada Pertamina karena permintaan saya sudah dikabulkan. Acara ini juga membuka wawasan dan pengetahuan saya untuk dapat mengoptimalkan usaha saya," ujar Jefri.

Berbeda lagi dengan Nurjannah. Pemilik usaha batik ecoprint Mayana ini mendapat kesempatan pengajuan HKI untuk produk batiknya. Dengan mengantongi sertifikasi tersebut, ia berharap agar mampu memperluas jangkauan pemasaran produknya.

"Materi-materinya juga luar biasa. Saya dapat banyak pelajaran tentang pemasaran, perizinan, dan lainnya," ujarnya.

(akn/ega)