Polisi Tetapkan 4 Orang Jadi Tersangka Mafia Tanah Sport Center Sumut

Ahmad Arfah - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 17:01 WIB
Konferensi pers di Kejaksaan Tinggi Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Konferensi pers di Kejaksaan Tinggi Sumut (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan mafia tanah di lahan pembangunan Sport Center Sumut. Polisi menyebut ada berbagai pemalsuan yang diduga dilakukan para tersangka terkait tanah lokasi Sport Center.

"Penyidik telah menemukan berbagai penyimpangan pemalsuan yang memenuhi syarat para tersangka untuk dikenakan tindak pidana pemalsuan," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di Kejati Sumut, Medan, Kamis (17/12/2020).

Martuani mengatakan ada dugaan pemalsuan surat tanah di lahan yang bakal digunakan untuk Sport Center. Surat tanah ini, katanya, diduga menjadi alat para tersangka melakukan gugatan terhadap Pemprov Sumut.

"Itulah alas hak yang dia gunakan untuk menggugat di pengadilan. Mulai dari Pengadilan tingkat Negeri, Pengadilan Tinggi sampai di Mahkamah Agung. Langkah berikutnya perkara ini tidak sampai di sini. Dipastikan bahwa siapa pun yang terlibat dalam sindikat kelompok ini yang Pak Kajati tadi bilang mafia tanah, di belakang mereka akan ditindaklanjuti penyidik," ucap Martuani.

Keempat tersangka adalah Maradoli Dalimunthe, Edi Zakwan, Nanang K, dan Nurani. Martuani mengatakan keempatnya dijerat Pasal 263 KUHPidana.

"Pasal yang dikenakan kepada para tersangka pasal 263 KUHPidana," ucapnya.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Irwan Anwar mengatakan dua dari empat tersangka ini adalah mantan kepala desa. Irwan mengatakan para tersangka diduga memalsukan 95 surat tanah.

"Dua merupakan mantan kepala desa atas nama Maradoli Dalimunthe, Edi Zakwan. Dengan membuat surat keterangan tanah sebanyak 95 surat tanah seluas kurang-lebih 138 hektare lebih. Seolah-olah itu adalah milik para penggarap," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2