ADVERTISEMENT

Round-Up

TikTok 'Polisi Dajal Tangkap HRS' Bikin Emak-emak Dicokok

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 07:15 WIB
Ratu Wiraksini ditangkap karena sebut polisi dajal.
Foto: Ratu Wiraksini ditangkap karena sebut 'polisi dajal'. (ist)
Jakarta -

Seorang ibu rumah tangga di Bogor harus berurusan dengan polisi karena video di akun TikTok. Perempuan bernama Ratu Wiraksini (53) itu menyebut polisi dajal karena telah menangkap Habib Rizieq Shihab.

Video tersebut kemudian diselidiki polisi. Selanjutnya polisi menangkap emak-emak itu di rumahnya di Kampung Al Barokah, Kelurahan Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor pada Selasa (15/12/2020).

"Unit 2 Tipid Siber yang dipimpin oleh Kompol Rovan Richard Mahenu telah melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang tersangka dalam kasus ujaran kebencian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (16/12).

Yusri mengatakan Ratu diamankan karena unggahan video di akun TikTok @yudinratu. Dalam akunnya itu, Ratu membuat video tentang penangkapan Habib Rizieq.

"Ada sebuah video yang isinya seorang wanita menyatakan ujaran kebencian dan penghinaan di social media TikTok dengan nama akun @yudinratu," katanya.

Ratu dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP.

Meski begitu, Ratu tidak ditahan dan hanya dikenai wajib lapor saja.

"Pelakunya nggak ditahan, tapi wajib lapor," kata Kombes Yusri.

Simak video 'Emak-emak yang Sebut Polisi Dajal Dibekuk, Terbata-bata Ngaku Salah':

[Gambas:Video 20detik]



Simak ucapan Ratu yang bikin ditangkap polisi di halaman selanjutnya.


Dilihat detikcom, dalam video itu Ratu Wiraksini berkomentar soal penangkapan Habib Rizieq. Sambil 'berpuisi', Ratu Wiraksini menyebut polisi dajal karena telah menembak 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) dan juga menangkap Habib Rizieq Shihab.

"Habib Rizieq bukan teroris, Habib Rizieq bukan koruptor besar yang membawa uang negara. Tapi mengapa polisi-polisi dajal mengejarnya sampai membunuh 6 laskar FPI yang tak berdosa," ujar Ratu Wiraksini dalam video tersebut.

Berikut ucapan Ratu Wiraksini pada video tersebut:

Habib Rizieq bukan teroris, Habib Rizieq bukan koruptor besar yang membawa uang negara. Tapi mengapa polisi-polisi dajal mengejarnya sampai membunuh 6 laskar FPI yang tak berdosa.

Mereka adalah menyuarakan kebenaran. Hai polisi-polisi dajal, kami boleh memberikan keterangan palsu kepada manusia yang ada di muka bumi ini tapi Allah tidak tidur, Allah maha menyaksikan, polisi-polisi dajal tinggal tunggu azab yang akan menghukummu.

Polisi dajal kamu bukan malah mengejar koruptor yang membawa uang negara, kenapa kamu mengejar Habib Rizieq yang telah memberikan kebenaran. Hai polisi dajal.

Video itulah yang kemudian membuat polisi menyelidikinya. Ratu Wiraksini kemudian ditangkap di rumahnya di Cibungbulan, Kabupaten Bogor pada Senin (14/12/2020).


Simak momen penangkapan Ratu di halaman selanjutnya.

Ratu Wiraksini ditangkap di rumahnya di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Selasa (15/12(. Ratu tidak berkutik saat ditangkap polisi.

Sebaliknya, dia langsung mengakui kesalahannya. Menurutnya, dirinya hanya refleks.

"Iya saya ngakuin salah Pak. Saya refleks Pak yang masalah sebut polisi dajal itu. Saya maaf ya, saya refleks Pak, karena saya melihat berita 6 nyawa tak berharga itu mati," kata Ratu dalam sebuah video yang diterima detikcom, Rabu (16/12).

Ratu mengaku refleks menyebut polisi sebagai dajal. Dia mengaku ucapannya itu spontanitas karena kecintaannya kepada Habib Rizieq Shihab.

"Saya pecinta Habib Rizieq Shihab, Pak. Walaupun saya nggak bisa apa apa, saya selalu ngikutin," ujar Ratu.

Ratu juga mengaku tidak benar-benar menyebut polisi sebagai dajal.

"Saya hanya refleks aja Pak sebut polisi dajal, saya tak menyebut polisi itu siapa Pak. Saya sebut dajal pun itu ibarat yang tak bener-bener," ungkapnya.

Setelah ditangkap polisi, Ratu juga meminta maaf kepada polisi dan masyarakat Indonesia. Dia meminta agar masyarakat tidak mengikutinya.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Ratu Wiraksini, saya yang telah membuat video ujaran kebencian terhadap kepolisian. Di sini saya minta maaf sebesar-besarnya kepada kepolisian RI atas perbuatan salah saya yang telah merugikan ini. Semoga teman-teman tidak ada lagi yang membuat video atas kebencian terhadap siapa pun. Saya mohon jangan sampai melakukan lagi," katanya dalam sebuah video.

(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT