Round-Up

Ancang-ancang Tarung Denny Indrayana vs Sahbirin Berlanjut ke MK 

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Des 2020 07:20 WIB
Denny Indrayana (Ristanta-detikcom)
Foto: Denny Indrayana (Ristanta-detikcom)
Banjarmasin -

Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan berlangsung sengit karena kedua pasangan calon Sahbirin Noor-H Muhidin dan Denny Indrayana-Difriadi berselisih suara yang tipis. Walau paslon Sahbirin-Muhidin mengungguli paslon Denny-Difri, namun Denny-Difri mengklaim kemenangannya.

Ketua tim pemenangan pasangan calon Pilgub Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor-Muhidin, M Rifqinizami Karsayudha, mengklaim bahwa pihaknya memenangi Pilkada Kalsel 2020. Rifki mengapresiasi seluruh pemilih yang telah memberikan hak suara.

"Izinkan kami memaparkan hasil rekap C1 dan D Hasil KWK se-Kalsel, H. Sahbirin Noor dan H. Muhidin berhasil memenangi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan dengan persentase 50,24 persen melawan 49,76 persen. Kami menang di Kabupaten Balangan, Banjar, Barito Kuala, Tanah Bumbu dan Tapin, dan kami mengapresiasi kepada seluruh pemilih," ungkap M Rifqinizami Karsayudha, dalam jumpa pers di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Senin (14/12/2020).

Pengumuman kemenangan itu, lanjut Rifki, menuntaskan klaim dan debat siapa yang menang dan kalah di Pilgub Kalsel. Karena itu, pihaknya meminta kubu lawan menghormati hasil yang didapat.

Berdasarkan data Sirekap KPU, pasangan Sahbirin dan Muhidin unggul 50,24 persen dibandingkan dengan Denny Indrayana-Difri Darjad, yang mengantongi 49,76 persen. Data Sirekap KPU sudah mencapai 87,43 persen.

"Dan kami secara terbuka mengumumkan hasil, karena kami memiliki bukti terkait dengan hasil ini. Kami berani mempertanggungjawabkan hasil. Karenanya hentikan cara politik yang berargumentasi-argumentasi kosong tanpa data. Mari kita beri pembelajaran politik cerdas bagi masyarakat Kalimantan Selatan," tegasnya.

Lebih jauh ia meminta semua elite politik memberikan pelajaran yang baik untuk mencerdaskan masyarakat. Dia meminta untuk berbicara fakta dan data.

"Karenanya jangan memutarbalikkan fakta tanpa data, dan kalau ini terjadi setelah menjadi pemimpin, masyarakat akan terombang-ambing dengan statement-statement kosong yang seharusnya bisa dipertanggungjawabkan," beber Rifki.

Rifky menyatakan siap jika kubu lawan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Meskipun yang bakal digugat adalah KPU dan membawa kubu mereka untuk menjadi terlapor.

Bagaimana respons Denny Indrayana, simak di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2