Sekdes di Sigi: Diduga DPO MIT Muncul di Kebun Warga, Minta Jagung-Ubi

M Qadri - detikNews
Senin, 14 Des 2020 21:13 WIB
Anggota MIT yang masuk daftar pencarian orang (DPO) (dok. Istimewa)
Anggota MIT yang masuk daftar pencarian orang (DPO) (dok. Istimewa)
Sigi -

Sekretaris Desa (Sekdes) Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Ahmad Rifai menerima laporan dari warga kemunculan diduga kelompok MIT di perkebunan warga. Informasi yang dia dapat, diduga DPO MIT itu meminta jagung dan ubi ke petani kebun.

"Informasi yang kami terima pada Minggu (13/12) kemarin, sejumlah kelompok yang diduga DPO MIT kembali muncul di lahan perkebunan dan bertemu dengan masyarakat yang melakukan aktivitas berkebun. Tidak ada tindakan kekerasan dari kelompok tersebut, mereka hanya meminta jagung dengan ubi ke warga di lahan perkebunan itu," ungkap Rifai saat dihubungi detikcom, Senin (14/12/2020).

Kemunculan diduga DPO MIT itu membuat warga khawatir. Terlebih kelompok tersebut secara sadis membunuh empat orang dalam satu keluarga di Desa Lembantonga pada 27 November 2020.

"Pasca-terjadinya kejadian akhir November kemarin, warga khususnya di Dusun Tokelemo ketakutan dan resah untuk kembali beraktivitas di perkebunan. Warga kembali ketakutan, kemarin malam saja sudah kumpul untuk tidur, ada yang di Gereja dan ada juga di rumah tempat berkumpul," ucap Rifai.

Rifai menuturkan masyarakat juga berkumpul untuk tidur bersama yang tersebar menjadi dua titik, yaitu di gereja dan di salah satu rumah warga.

Seperti diketahui, Polri merilis pelaku kasus penganiayaan yang mengakibatkan empat orang warga Desa Lembantongoa meninggal dunia. Kelompok yang dipimpin Ali Kalora ini diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Kabupaten Sigi.

"Iya sisa 11 orang DPO yang dikejar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono melalui pesan singkat, Selasa (1/12/2020).

Polri mengimbau para DPO segera menyerahkan diri. Serta masyarakat yang melihat orang yang mirip dengan yang ada dalam gambar tersebut dapat melapor ke polisi setempat.

"Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang penetapan peraturan pemerintahan pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme menjadi undang-undang dan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, diimbau kepada para DPO agar segera menyerahkan diri kepada aparat Kepolisian," tulis keterangan dalam foto.

(idn/idn)