Round-Up

Geger Ulah Turis Rusia Ceburkan Diri Bareng Motor ke Laut Pulau Dewata

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 14 Des 2020 20:32 WIB
Turis ceburkan motor ke laut di pelabuhan Tanah Ampo
Viral sepasang turis Rusia nyebur bersama motornya di perairan Bali. (Foto: Instagram)

Motor Bodong Diamankan

Selidik punya selidik, sepeda motor berpelat DK itu ternyata bodong.

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini menjelaskan, dari hasil penelusuran sementara, motor tersebut bodong. Dan saat ini motor telah diamankan oleh pihak kepolisian Polres Karangasem.

"Motor sudah diamankan di Polres," kata Suartini melalui pesan singkat, Senin (14/12/2020).

"Setelah kita selidiki dari hasil sementara motor itu dari pelat nomornya bodong tidak terdaftar," lanjut Suartini.

Menurut Suartini, setelah menceburkan diri turis itu sempat memberikan motor tersebut kepada nelayan yang menghampiri.

"Ada nelayan yang pas di sana melihat mereka nyebur kemudian nelayan itu menghampiri dia dengan perahu (jukung). Akhirnya diambil dia (nelayan), dia (turis) bilang ambil motor itu silakan kamu ambil. Nah motor itu sudah kita cek ke bengkel motor itu sementara bodong," ujar Suartini.

"Karena masyarakat nelayan sudah kita panggil kemarin untuk klarifikasi karena tidak bisa bahasa asing mungkin dia bukan bahasa Inggris ya akhirnya sampai saat ini lagi dilidik di mana tempatnya kita lagi berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dikoordinasikan dengan Imigrasi, sementara motornya sudah diambil oleh masyarakat yang ada di sana nelayan yang ada di sana," tambahnya.

Sementara itu, motor tersebut juga sempat dibawa ke bengkel oleh nelayan untuk diperbaiki. Dan saat ini motor sudah diamankan di Polres Karangasem, Bali.

"Begitu diambil sudah dibawa ke bengkel sekarang," tegas Suartini.

Pemda Kena Tegur Polisi

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini menegur pemerintah daerah (pemda) Karangasem terkait masih adanya aktivitas masyarakat di Pelabuhan Tanah Anpo, Karangasem. Teguran ini berdasarkan aksi turis Rusia yang menceburkan diri serta motor yang dikendarainya ke laut.

"Memang saya kemarin negur ke pemerintah daerah karena statusnya kan pelabuhannya itu sudah ditutup ya, karena memang dulu pelabuhan untuk kapal pesiar, jadi sudah lama tidak operasional lagi. Kok banyak aktivitas masyarakat di sana," kata Suartini saat dihubungi detikcom, Senin (14/12/2020).

Polisi saat ini telah melakukan penelusuran terhadap turis tersebut. Menurut Suartini, pelabuhan tersebut sudah tutup dan sudah tidak beroperasi.

Lebih lanjut Suartini menegaskan sebetulnya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di pelabuhan tersebut. Dan saat ini pihak kepolisian akan melakukan rapat kordinasi dengan pemda setempat.

"Sebenarnya kan tidak boleh (ada aktivitas) ya kan. Kalau memang sudah ditutup, tidak boleh. Kemarin saya juga sudah menegur pemerintah daerah, hari ini mau dirapatkan terkait kegiatan tersebut," ujar Suartini.

Halaman

(aan/idn)