Politikus Bali Kecam Bule Buang Motor ke Laut, Minta Imigrasi Turun Tangan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 14 Des 2020 16:42 WIB
Jakarta -

Politikus asal Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, meminta pihak Imigrasi mengecek dokumen keimigrasian turis asal Rusia pemilik akun Instagram @sergey_kosenko. Permintaan ini dilontarkan Ni Luh terkait aksi turis tersebut yang menceburkan diri sambil membuang motor di sebuah pelabuhan di Karangasem, Bali.

"Kepada @ditjen_imigrasi @imngurahrai @imigrasidenpasar mohon dicek dokumen izin tinggal/kerja@WNA atas nama@sergey_kosenko ini," kata Ni Luh dalam akun Instagram @niluhdjelantik seperti dilihat, Senin (14/12/2020).

Ketua DPP Partai NasDem ini mengaku masih menunggu foto bangkai sepeda motor yang dilempar ke laut oleh turis tersebut. Ni Luh menilai perbuatan turis tersebut merusak Bali.

Ni Luh mengkritik habis aksi menceburkan diri dan membuang motor ke laut yang dibuat pemilik akun @sergey_kosenko. Dia membuat beberapa posting-an yang berisi kecaman terhadap aksi tersebut.

Ni Luh menyebutkan sejumlah pemilik Instagram lain yang diduga terlibat dalam pembuatan video Sergey menceburkan diri ke laut dengan mengendarai sepeda motor. Dalam aksi tersebut, sepeda motor yang dipakai dibiarkan tenggelam.

Ni Luh juga meminta otoritas mengecek izin usaha yang dilakukan turis tersebut di Bali. Dia ingin turis yang datang ke Bali berlaku baik, termasuk tidak mencemari lingkungan dan tidak menghina Bali dengan ucapan maupun tindakan tak pantas.

"Cek izin tinggalnya. Cek izin kerjanya. Cek kegiatan usahanya. Mbok sudah komunikasi dengan pihak @imigrasidenpasar. Data sedang dikumpulkan. Sudah masuk radar manusia terong-terongan ini," kata dia.

"Sangat perlu dipertanyakan motifnya doi tinggal di Bali setelah membaca informasi diatas. Saatnya bersih-bersih dari turis yang punya potensi aji mumpung bukannya berwisata dengan manis tapi malah mengais rejeki numpang nyari duit di negara yang diejeknya," tambahnya.

Terkait viralnya video ini, polisi pun menegur pemerintah daerah Karangasem atas video yang dibuat di Pelabuhan Tanah Ampo itu. Sebab, pelabuhan tersebut sudah tutup dan sudah tidak beroperasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2