Hendropriyono: Keberadaan HRS di Tahanan Dimanfaatkan Politikus Tertentu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Des 2020 09:14 WIB
Jenderal (Purn) Hendropriyono (Mantan Kepala BIN),
Hendropriyono (Muhammad Ridho/detikcom)

Hendropriyono mengatakan setiap manusia adalah ciptaan Tuhan. Menurutnya, Tuhan tidak pernah memerintahkan umatnya untuk menyakiti orang lain.

"Mereka adalah makhluk ciptaan Allah, bukan ciptaan kamu. Kalian dan tak seorang pun dari kita pernah mendapat mandat dari Allah, tidak juga dari hukum negara atau mandat dari rakyat Indonesia. Kalian hanya terjebak oleh para politikus, yang menyalahgunakan keimananmu," kata Hendropriyono.

Dia juga meminta masyarakat Indonesia tak terpengaruh oleh ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong. Menurut Hendropriyono, para politikus menungganginya dengan kepentingan politiknya.

"Jangan kau dengar lagi pidato yang berkobar-kobar, ceramah atau dakwah yang menghasut dan menyebarkan berita bohong yang simpang siur. Jika kini para politikus berteriak membakar hatimu, seolah-olah membela kamu, pura-pura membela pemimpinmu dan seperti membela agama kita, sejatinya mereka hanya mau menunggangi kamu, untuk keperluan politiknya atau nafsu pribadinya," tuturnya.

Lebih lanjut, Hendropriyono meminta para orang tua membimbing anak-anaknya. Dia juga meminta anak-anak muda beribadah di rumah dan tidak terprovokasi.

"Kepada kaum ibu, tolong menerangi hari depan anak-anak kita, cerahkan pikiran mereka agar mampu berpikir cerdas dan bijak demi keselamatan dan keberhasilan anak-anak kita dalam menjalani hidup. Anak-anakku generasi penerus bangsa Indonesia, pulanglah kamu ke lubuk hatimu masing-masing. Tinggal dan beribadahlah di rumah untuk menghindari penyakit COVID-19 yang sangat berbahaya ini, yang bisa merenggut nyawamu atau orang-orang yang kamu cintai sewaktu-waktu," kata Hendropriyono.

"Hentikan keluar rumah, turun ke jalan, mengamuk melampiaskan emosi, yang sebenarnya tidak ada gunanya bagi kamu semua. Jangan sampai terperangah oleh provokasi siapa pun. Berhentilah berbuat yang merusak nasibmu sendiri, menggelapkan masa depan anak-anak dan keturunanmu sendiri," imbuh dia.

Halaman

(mae/bar)