Polisi Tegur Pemda soal Turis Rusia Ceburkan Diri-Buang Motor ke Laut Bali

Angga Riza - detikNews
Senin, 14 Des 2020 09:08 WIB
Denpasar -

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini menegur pemerintah daerah (pemda) Karangasem terkait masih adanya aktivitas masyarakat di Pelabuhan Tanah Anpo, Karangasem, Bali. Teguran ini berdasarkan aksi turis Rusia yang menceburkan diri serta motor yang dikendarainya ke laut.

"Memang saya kemarin negur ke pemerintah daerah karena statusnya kan pelabuhannya itu sudah ditutup ya, karena memang dulu pelabuhan untuk kapal pesiar, jadi sudah lama tidak operasional lagi. Kok banyak aktivitas masyarakat di sana," kata Suartini saat dihubungi detikcom, Senin (14/12/2020).

Polisi saat ini telah melakukan penelusuran terhadap turis tersebut. Menurut Suartini, Pelabuhan tersebut sudah tutup dan sudah tidak beroperasi.

Lebih lanjut Suartini menegaskan sebetulnya masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di pelabuhan tersebut. Dan saat ini pihak kepolisian akan melakukan rapat kordinasi dengan pemda setempat.

"Sebenarnya kan tidak boleh (ada aktivitas) ya kan. Kalau memang sudah ditutup, tidak boleh. Kemarin saya juga sudah menegur pemerintah daerah, hari ini mau dirapatkan terkait kegiatan tersebut," ujar Suartini.

Sebelumnya diberitakan, sepasang turis Rusia di Bali menceburkan diri serta motornya ke dalam laut demi konten di media sosial. Video tersebut juga sempat menghebohkan dunia maya.

Sepasang turis itu adalah pemilik akun Instagram @sergey_kosenko dan @alina_oshutinskaya. Mereka mengunggah video berboncengan dengan mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DK (Bali) yang diarahkan ke pantai.

Sergey mengenakan celana putih dan baju berlengan pendek. Adapun Alina memakai bikini. Bukannya direm, mereka nekat nyebur ke air dan membiarkan sepeda motor turut dibuang ke laut.

Setelah nyebur di laut, mereka tertawa. Sementara itu, sepeda motor dibiarkan tenggelam. Aksi mereka itu dinilai konyol dan mencemari lingkungan.

Aksi turis diketahui terjadi di Pelabuhan Tanah Anpo, Karangasem, Kamis (10/12) lalu. Aksi turis tersebut juga banyak mendapatkan kecaman dari netizen karena dinilai telah merusak ekosistem laut Bali.

(aud/aud)