HRS-Ketum FPI-Habib Idrus Tersangka, Kapolda Metro: Kami Akan Tangkap!

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 15:57 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran umumkan hasil swab test dirinya usai kontak dengan Anies Baswedan
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Screenshot video)


Sebelumnya, di jumpa pers yang sama, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit membeberkan alasan kenapa proses penyidikan kasus tewasnya enam pengikut Habib Rizieq Shihab karena baku tembak dengan anggota Polda Metro Jaya di Tol Jakarta-Cikampek diambil alih Bareskrim. Pertama, karena lokasi peristiwa tersebut berada di wilayah Karawang, Jawa Barat.

"Terkait peristiwa penyerangan terhadap petugas itu saat ini penyidikannya dilaksanakan Bareskrim Polri dengan pertimbangan bahwa locus delicti terkait peristiwanya di Karawang, Jawa Barat," kata Sigit.

Sigit juga mengatakan alasan Bareskrim mengambil alih kasus ini juga agar proses penyidikan berjalan objektif, profesional, dan transparan. Penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan investigasi kriminal ilmiah (scientific crime investigation).

Sigit menyatakan Bareskrim Polri membuka hotline untuk menampung informasi dari pihak eksternal terkait kejadian enam anggota laskar FPI ditembak. Bareskrim mempersilakan masyarakat menyampaikan informasi seputar peristiwa itu ke nomor 0812842988228. Informasi dan saran dari pihak eksternal kepada penyidik dapat membantu proses penyidikan.

Selain penetapan tersangka, penyidik telah mencekal Habib Rizieq. Surat pencekalan telah dikirimkan ke Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM. Surat pencekalan tersebut berlaku untuk 20 hari ke depan.

Selain Habib Rizieq, lima orang tersangka lainnya, yakni Haris Ubaidillah, Ali Alwi Alatas, Maman Suryadi, Sobri Lubis, dan Habib Idrus, yang juga dicekal.

"Kemudian juga Polda Metro Jaya membuat surat pencegahan ke luar negeri juga sama kepada yang pertama tadi, kedua kepada Haris Ubaidilah juga Alwi Alatas, Maman Suryadi, Sobri Lubis, dan Idrus," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Argo menambahkan surat permohonan pencegahan ke luar negeri atas nama tersangka Habib Rizieq dkk itu telah dikirimkan pada 7 Desember 2020.

Halaman

(hri/tor)