Kajian Komnas Perempuan di Masa Pandemi: Pernikahan Dini-Kekerasan Meningkat

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 15:21 WIB
ilustrasi kdrt
Ilustrasi kekerasan perempuan (Foto: dok. detikcom)

Selain itu, perempuan mengalami tingkat stres akibat beban ganda pada masa PSBB, meskipun sebelum pandemi peran ganda juga telah terjadi. Komnas Perempuan mencatat 2 dari 3 responden mengalami peningkatan beban kerja pengasuhan dan perawatan selama masa pandemi.

"Ilustrasinya begini, kita di rumah yang perempuan buka laptop, tapi sambil mengasuh anak, kita berpikir apakah ada makanan di meja, apakah rumah sudah di bersihkan, dsb, tapi mungkin laki-laki tidak akan berpikir seperti itu. Tapi itulah narasi peran gender diajarkan dan dilekatkan dan dipraktikkan," katanya.

"Data Komnas mengatakan bahwa 2 dari 3 responden mengerjakan tugas rumah tangga mengaku telah terjadi peningkatan beban kerja pengasuhan dan perawatan selama masa pandemi. Satu dari 3 responden mengatakan beban ganda meningkatkan stres," imbuhnya.

Komnas Perempuan mencatat beban ganda ini berimplikasi serius terhadap kesehatan mental, kelelahan hingga produktivitas. Selain itu beban ganda perempuan juga dianggap menjadi tidak produktif dibanding laki-laki.

"Misalnya karena beban ganda misalnya perempuan dianggap tidak produktif, tidak seproduktif laki-laki gitu ya dan itu juga berisiko terhadap peningkatan ketegangan dan kekerasan rumah tangga," ungkapnya.

"Jadi konstruksi sosial tentang peran gender ternyata tidak berubah walaupun kondisi ekonomi, kondisi sosial yang lain berubah dan itu berimplikasi wajahnya adalah beban ganda yang ditanggung oleh perempuan," sambungnya.

Halaman

(yld/hri)