BPH Migas Dapat Sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 23:05 WIB
Kantor Pusat BPH Migas
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

Setelah menerapkan standar prosedur untuk mendukung tata kelola Pemerintahan yang baik (good & clean governance) BPH Migas mendapatkan sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari Badan Standarisasi Nasional.

Penyerahan dilakukan dalam acara Malam Puncak Penghargaan BPH Migas 2020 dan Penyerahan Sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan bertempat di Java Ballroom, Hotel The Westin Jakarta.

Kepala Staf Kepresidenan, Jend (TNI) Purn., Moeldoko yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kinerja BPH Migas hingga mendapatkan Sertifikasi ISO 37001:2016.

"Saya mengucapkan apresiasi kepada BPH Migas yang telah mendapat Sertifikat (ISO) 37001 dalam hal Sistem Manajemen Anti Penyuapan," katanya dalam konferensi pers di The Westin Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Sejak September 2020 BPH Migas telah melaksanakan serangkaian audit internal, antara lain audit internal bagian sekretariat, bagian keuangan, kepala bagian umum, kepegawaian, bagian pengaturan, dan sebagainya.

Sebelumnya BPH Migas juga telah mendapat sertifikasi 9001:2015 tentang Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 tentang Manajemen Lingkungan, OHSAS 18001:2007 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, dan di tahun 2018 ini sedang dilakukan migrasi dari OHSAS 18001:2007 ke OHSAS 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Moeldoko mengatakan prinsip-prinsip akuntabilitas transparansi betul-betul harus dijalankan sebaik-baiknya, karena itu adalah harapan semua pihak. Ia juga menyebut Presiden sangat menekankan soal transparansi.

"Jangan main-main mengelola APBN, jangan main-main mengelola APBD, semua harus sungguh-sungguh bisa dipertanggungjawabkan," katanya.

Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mengucapkan selamat atas diberikannya Sertifikasi ISO 37001:2016 kepada BPH Migas dari Badan Sertifikasi Nasional. Ia menyebut BPH Migas adalah lembaga yang proven dari sisi tata kelolanya.

"Sekarang penting sekali mengingat masyarakat melihat pejabat publik, maka hal yang menyangkut tata kelola menjadi sangat penting, dapat memberi suri tauladan bagi masyarakat luas," katanya.

Sementara itu Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa melaporkan hingga kini pihaknya telah mewujudkan BBM 1 Harga tersebar di 253 lokasi di Indonesia. Ia mengatakan di tahun 2024 menargetkan BBM 1 Harga terwujud di 500 lokasi.

"Dengan tercapainya 500 lokasi BBM 1 Harga, amanah UU Migas yang meminta negara hadir untuk menjamin ketersedian dan distribusi BBM di seluruh NKRI yang ditugaskan kepada BPH Migas dapat terwujud dengan baik," katanya.

Sementara soal gas untuk rumah tangga, BPH Migas telah menyalurkan 537.000 sambungan jaringan gas di 57 kabupaten/kota yang telah dinikmati kurang lebih 2 juta masyarakat Indonesia. Dalam acara ini BPH Migas juga memberi penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telh membantu mewujudkan keadilan energi.

(prf/ega)