NSS: Putri Tanjung dan Pemenang Wirausaha Muda Mandiri Bicara soal Bisnis

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 22:20 WIB
Putri Tanjung Berbincang dengan Dua Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2020
Foto: Dok CXO Media
Jakarta -

Program Ngobrol Sore Semaunya (NSS) memasuki episode 16. Kali ini Putri Tanjung dan para pemenang program wirausaha muda Mandiri 2020 berbicara soal bisnis UMKM.

Para pemenang program wirausaha Mandiri ini yakni dua orang wanita bernama Cassandra Sari dan Felicia Regina. Perbincangan Putri dengan kedua wanita ini ditayangkan di akun YouTube CXO Media, Selasa (8/12/2020).

Awalnya Putri Tanjung mengucapkan selamat kepada kedua wanita tersebut atas terpilihnya sebagai pemenang best of the best kategori Busines Existing yakni Felicia Regina dan best of the best kategori business plan yakni Cassandra Sari dalam prgoram wirausaha muda Mandiri 2020. Kemudian Putri menanyakan terkait proses permulaan bisnis yang dibuat oleh keduanya.

"Yang saya bangun sekarang ini namanya bisnis raw house jadi merupakan kita sebutnya design and construction enginering yang fokusnya di micro house, raw house ini adalah micro house pertama di Indonesia yang menggunakan material daur ulang, untuk prototype pertama kami itu ukuran 3x3 sangat kecil juga, material daur ulang yang kita gunakan itu recycle styerofoam dan recycle plastik, kita punya cita-cita nih untuk buat habitat high performance zero waste habitat gitu," kata Cassandra Sari menjelaskan terkait bisnisnya kepada Putri Tanjung.

"Nah kita ke Felicia, Felicia ceritain dong proses untuk membangun (bisnis) ini," tanya Putri.

"Aku punya uang pas-pasan banget tapi suka perawatan tubuh salah satunya waxing, ketika aku pulang ternyata aku liat waxing salah satu hal yang luxury, nah bertolak dari sana aku pikir kalau punya uang pas-passan nggak bisa afford itu, jadi aku formulasiin waxing yang bisa dipakai di rumah dan itu 10 kali lipat lebih hemat dibandingkan ke salon," jawab Felicia.

Selanjutnya Putri menanyakan terkait awal mula ide bisnis yang dibuat Cassandra. Putri menanyakan apa yang memicu terbentuknya ide untuk membuat bisnis material rumah dari bahan daur ulang.

"Saya liat industri konstruksi tuh dunia yang sebetulnya potensi merusak lingkungannya besar banget untuk dapatkan keuntungan, dan banyak material yang bisa digunakan tapi terbuang sia-sia, di Indonesia juga banyak demmand akan perumahan tapi belum bisa terpenuhi," jawab Cassandra.

"Kalau kita mau ikutin demmand kan ini jadi dilema harus membuat proyek konstruksi yang banyak dan masif tapi proyek konstruksi memberi dampak yang signifikan bagi lingkungan, terus juga kebetulan pada tahun 2018 itu kan ada gempa bumi di Lombok kan, itu salah satunya trigger melihat banyak bangunan yang runtuh akibat gempa terus pengen banget bisa membuat rumah yang bangunan bisa cepet dibangun tapi memperhatikan aspek lingkungannya, dari situ tercetus oke gimana kalau buat bangunan dari recycled material, itu awal mulanya," lanjutnya.

Lebih lanjut Putri kemudian menanyakan terkait suka-duka membangun bisnis raw house yang dijalani. Cassandra menyebut sempat inssecure karena memiliki bisnis dengan konsep baru.

"Nah Sa aku mau tau perjalanan kamu, perjuangan kamu, suka dukanya merintis raw house ini?," tanya Putri.

"Raw House ini dibuat dari 0 dan pakai tabungan sendiri, suka dukanya lebih ke arah insecure aja sih dalam hati, saya meninggalkan pekerjaan tetap, dan berwirausaha itu nggak ada penghasilan tetap dari sini gitu, terus jadi kayak ada perasaan nggak tenang awalnya 'gimana ya, akan berhasil nggak bisnis ini?', dan ini kan adalah konsep yang baru yang sebetulnya awam masih sangat 'bisa nggak sih?', jadi ke arah sempet juga udah tipis banget duit buat bikin protoype, tapi yang penting percaya aja rezeki udah ada yang atur, kita coba aja tetep konsisten dan nggak patah semangat, kalau niatnya baik pasti ada jalannya," ucap Cassandra.

Kemudian, Putri menanyakan terkait perkembangan bisnis Felicia yang awalnya hanya menjual 20 pcs wax pada tahun 2014 hingga saat ini sudah menjual sampai 25 ribu pcs. Dia menanyakan bagaimana bisnis wanita tersebut bisa berkembang cepat terutama saat pandemi in.

"Kamu nih hebat karena dari 2014 menjual wax dari 20 pcs, 2 tahun kemudian 300 pcs dan sekarang tahun 2020 bisa 25 ribu pcs itu gimana caranya bisa berkembang cepet banget dan share ke kita kamu change bisnis model nggak saat pandemi biar bisa increase sales?," tanya Putri.

"Sebenarnya nggak ada cara yang mutlak, tetapi aku punya formulanya dimana dont focus on growing sales, jangan fokus cari omset atau profit tapi fokus kembangkan manusia sehingga manusia akan kembangkan usaha, bisnis itu all about people, siapa sih di balik orang-orang," ujar Felicia.

Lebih jauh, Putri menanyakan kembali soal tantangan menjadi seorang pengusaha wanita kepada keduanya. Felicia menjawab tantangan terberat soal pendapat publik soal wanita di Indonesia sementara Cassandar mengaku dirinya kerap diremehkan orang.

"Tantangan paling berat adalah mencoba untuk tidak terlalu hanyut dalam opini publik, gimana wanita harusnya bersikap, bagaimana wanita harusnya memiliki kayak '25 tahun menikah' itu udah umur maksimal, 27 punya anak, 29 punya anak kedua, mungkin dreamnya orang Indonesia perempuan begitu, tantangan terbesar berpegang teguh dan tau apa sih yang aku mau, tantang terbesar tau apa yang aku mau dan berpegang apa yang aku mau dan bijakasana nggak marah, itu tantangan paling berat," jawab Felicia.

"Kalau aku hampir sama dengan Felicia, tantangan terbesarnya ada, aku kan di industri kontruksi, aku dipandang sebelah mata, apa lagi seorang wanita biasanya di industri konstruksi itu leadernya adalah laki laki, jadi sering ditanyain 'emang bisa nih dia menjalankan bisnis ini', tapi ya balik lagi itu tantangan di diri sendiri gimana main set bisa nggak sih jalanin ini, kalau kita overthinking dan minder bisa menghambat diri sendiri nggak sih, kalau overthinking jadi nggak maju-maju nih," ucap Cassandra secara terpisah.

(maa/knv)