MA Sebut Suap Fahmi Darmawansyah Kedermawanan, Komisi III: Jelas Gratifikasi!

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 20:04 WIB
Gedung Mahkamah Agung (MA) sebelum pembangunan (kiri) dikombo dengan sesudah pembangunan.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menilai suap yang diberikan napi koruptor Fahmi Darmawansyah kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husen sebagai bentuk kedermawanan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, menilai tindakan tersebut jelas merupakan gratifikasi.

"Sama sekali tidak boleh (disebut kedermawanan) karena jelas gratifikasi karena conflict of interest sebagai Kalapas dengan seorang napi," kata Pangeran kepada wartawan, Selasa (8/12/2020).

Pangeran menyebut Fahmi Darmawansyah menempati sel tahanan dengan fasilitas berbeda dari sel lainnya. Bahkan, menurutnya, Kalapas Sukamiskin Wahid Husen juga telah mengakui adanya keberadaan sejumlah pemberian dari Fahmi.

Pangeran pun menyoroti keputusan MA yang mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Fahmi Darmawansyah. Ia juga mempertanyakan hasil putusan MA terhadap Fahmi Darmawansyah.

"Kami mempertanyakan terhadap putusan MA tersebut karena adanya kesaksian yang berbeda dari Fahmi Darmawansyah agar tidak terjadi polemik di masyarakat dan marwah MA sebagai lembaga peradilan tertinggi dapat tetap terjaga dan dihormat," ujarnya.

Ketua DPP PAN ini menilai putusan MA terhadap Fahmi Darmawansyah menimbulkan pertanyaan besar. Ia berharap lembaga peradilan seperti MA dapat memberikan rasa keadilan tanpa pandang bulu.

"Kami juga meminta agar putusan yang timbul dari lembaga peradilan dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat tanpa pandang buluh. Putusan ini menimbulkan pertanyaan besar," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2