Round-Up

Darah Ahok Mendidih Saat Baca Kenaikan Tunjangan di Kebon Sirih

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 07:46 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok naik darah dengar kabar rencana kenaikan tunjangan DPRD DKI Jakarta. Dia mengkritik wacana tersebut.

Ahok menilai tunjangan yang diterima oleh anggota DPRD DKI saat ini sudah cukup. Dia menyebutkan anggota Dewan di Kebon Sirih itu sudah mendapat tunjangan perumahan Rp 60 juta dan tunjangan kendaraan Rp 21,5 juta.

"Kalau DPRD menaikkan penghasilan, saya pun tidak suka. Itu nggak benar," kata Ahok melalui video di channel YouTube 'Panggil Saya BTP', dikutip Senin (7/12/2020).

"Kalau kamu sewa rumah di Menteng, sewa rumah di Menteng juga bukan di jalan jalan Imam Bonjol, Teuku Umar yang gede-gede gitu lho. Ini ada asas kepatutan ukuran rumah dinas DPRD yang disediakan itu berapa. Kalau ukurannya 200 meter atau 400 meter, saya sewa rumah di Menteng perasaan cuma Rp 350 juta-400 juta, rumah tua 1 tahun," paparnya.

Ahok pun menilai tunjangan anggota DPRD DKI seharusnya tak sampai Rp 21,5 juta. Wajarnya, bagi Ahok, tunjangan transpor anggota Dewan harus senilai dengan harga sewa mobil dari rental.

"Coba dicek di rental mobil ini sebulan berapa sih? Belasan juta saja rental mobil waktu itu. Jadi, harusnya kita memberikan uang tunjangan transpor kepada dewan senilai harga dia sewa mobil dari perusahaan rental. Ini dimaksud ayat atau pasal mengatakan asas kepatutan kelayakan," ujarnya.

Seandainya duduk di kursi DKI-1, Ahok terang-terangan tak akan menyetujui wacana tunjangan itu.

"Makanya jujur saja kalau saya jadi gubernur nggak akan pernah saya setuju tunjangan rumah tahun 2017 Rp 60 juta, mobil Rp 21,5 juta, saya tidak pernah setuju," tambahnya.

Darah Ahok pun mendidih kala mendengar rencana anggota DPRD DKI mendapat kenaikan tunjangan rumah menjadi Rp 110 juta dan tunjangan kendaraan Rp 35 juta.

"Saya pun ngamuk baca itu.Ya saya ngamuk," kata Ahok.

Tonton video 'Ahok: Saya Ngamuk Baca Tunjangan Rumah Anggota DPRD DKI Rp 110 Juta!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2