Dilaporkan ke Bawaslu, Tim Benpilar: Jangan-jangan Pengalihan Kasus Lobster

Tim detikcom - detikNews
Senin, 07 Des 2020 11:37 WIB
Tim Benyamin-Pilar menilai postingan itu sebagai upaya kampanye hitam.
Tim Komunikasi Benyamin-Pilar (Benpilar), Reza Ahmad (dok. Pribadi)
Tangerang Selatan -

Sejarawan Bonnie Triyana melaporkan tim Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan ke Bawaslu Tangerang Selatan (Tangsel) atas dugaan pelanggaran Pilkada 2020. Tim Komunikasi Benyamin-Pilar (Benpilar), Reza Ahmad, pun mengapresiasi pelaporan tersebut.

"Ya tentu harus diapresiasi. Kan memang sudah seharusnya yang dia (Bonnie) lakukan adalah melaporkan ke pihak berwenang jika benar-benar melihat pelanggaran. Bukan malah membuat gaduh di media sosial dan mendiskreditkan pasangan Benyamin-Pilar bersama kawan-kawannya," kata Reza dalam keterangan tertulis, Senin (7/12/2020).

Reza pun mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang ada. Dia juga meminta setiap narasi yang mengarah pada ujaran kebencian dan kampanye hitam dihentikan.

"Kita saja tidak tahu detail kasusnya seperti apa, ini malah digeruduk ramai-ramai seolah kita curang dan memberikan bingkisan. Narasinya dibangun kami seolah memberi sesuatu begitu. Padahal Bonnie sendiri sudah bilang ada mug bergambar paslon, ada brosur, materi kampanye biasa dan hal yang sama dilakukan paslon lain. Karena itu memang alat peraga yang dibolehkan. Jangan-jangan kasus ini dijadikan sebagai pengalihan isu korupsi bansos dan lobster ya," ujarnya.

Reza mengatakan, melalui Bawaslu memang adalah jalur yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, kata dia, akan menjadi terang benderang mengenai kebenaran atas yang disangkakan Bonnie.

"Kami juga senang, jadi semua akan gamblang. Apakah itu benar ada kejadiannya, jangan-jangan itu sandiwara. Kita tunggu bagaimana kerja Bawaslu," kata Reza.

Lebih lanjut, Reza memastikan tim Benyamin-Pilar telah menghentikan seluruh aktivitas kampanye sejak 5 Desember. Dia mengatakan, tim juga tak memiliki jalur komando kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam upaya pemenangan, apalagi seperti yang disangkakan Bonnie di media sosialnya.

"Tidak akan bisa kami menginstruksikan KPPS atau penyelenggara lainnya untuk melakukan sesuatu seperti yang dituduhkan Bonnie. Kami tidak memiliki akses apalagi kewenangan untuk melakukan seperti yang disangkakan. Era sudah begitu terbuka, bodoh betul kalau kami melakukan seperti yang dituduhkan itu," jelasnya.

Simak juga video 'Hashim Tegaskan Perusahaannya Tak Punya Izin Ekspor Benur':

[Gambas:Video 20detik]



Sebelumnya diberitakan, Bonnie Triyana melaporkan tim Benyamin-Pilar ke Bawaslu. Laporan tersebut terkait temuan adanya formulir pemberitahuan agar warga mencoblos di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) dibarengi pemberian bingkisan bergambar Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan.

"Jadi saya bukan cuma ngomong di medsos ya. Ini saya semalam jam 20.00 (kemarin) langsung ke Bawaslu Tangsel," ujar Bonnie lewat pesan singkat, Senin (7/12/2020).

Laporan Bonnie teregister dengan nomor Nomor: 063/PL/PW/KOTA/11.03/XII/2020. Sejumlah barang bukti berupa bingkisan Benyamim-Pilar ia serahkan kepada Bawaslu Tangsel.

"Sebagai warga Tangsel yang menyaksikan adanya pelanggaran, ya saya laporkan ke Bawaslu berikut saya serahkan bingkisan Benyamin-Pilar itu ke Bawaslu Tangsel," tuturnya.

(mae/tor)