Mensos Tersangka KPK, Kemensos Pastikan Penyaluran Bansos Tak Terkendala

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 06 Des 2020 14:14 WIB
Jumpa pers Kemensos usai Mensos Juliari Batubara jadi tersangka (Sachril/detikcom)
Jumpa pers Kemensos usai Mensos Juliari Batubara jadi tersangka. (Sachril/detikcom)

Kemensos mengadakan paket sembako saat pandemi Corona senilai Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak yang dilaksanakan dalam 2 periode. Mensos Juliari Batubara lantas menunjuk Matheus Joko Santoso dan seorang lagi bernama Adi Wahyono alias AW sebagai PPK.

"Saudara JPB selaku Menteri Sosial MJS dan AW sebagai PPK dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui MJS," kata Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam jumpa pers pada Minggu (6/12) dini hari.

"Untuk fee tiap paket bansos disepakati oleh MJS dan AW sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bantuan sosial," imbuhnya.

Lalu dari Mei hingga November 2020, dibuatlah kontrak pekerjaan dengan sejumlah penyedia sebagai rekanan di antaranya Ardian IM, Harry Sidabuke, serta PT Rajawali Parama Indonesia (PT RPI) yang diduga milik Matheus Joko Santoso sendiri. Penunjukan PT RPI ini diduga diketahui Juliari Batubara sebagai Mensos dan disetujui Adi Wahyono.

Dari konstruksi kasus itu KPK menetapkan 5 orang tersangka yaitu sebagai berikut:

Sebagai penerima:
1. Juliari Peter Batubara
2. Matheus Joko Santoso
3. Adi Wahyono

Sebagai pemberi:
4. Ardian IM
5. Harry Sidabuke


(imk/imk)