Round Up

Seruan Aturan Lindungi Tokoh Agama Usai Ustadz Maaher Hina Ulama

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 21:36 WIB
Ustadz Maaher Saat Diamankan oleh Penyidik Bareskrim Polri di Kediamannya
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Tindakan pemilik akun twitter @ustadzmaaher, Soni Eranata alias Ustadz Maaher At-Thuwailibi menghina Habib Luthfi bin Yahya menuai kritik tajam Dewan di Senayan. Wacana RUU tentang Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama mengemuka.

Peristiwa itu terungkap saat Bareskrim Polri menangkap Soni Eranata pemilik akun @ustadzmaaher_.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi ditangkap Tim Bareskrim di kediamannya di Bogor Kamis (3/12/2020).

Sejumlah barang bukti disita polisi, di antaranya 4 unit ponsel dan 1 buah KTP milik Soni Eranata.

Dalam kesempatan terpisah, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono memaparkan Maaher dilaporkan atas cuitan 'cantik pakai jilbab kaya kiai Banser' dengan memasang foto Habib Luthfi.

Soni ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim pada 27 November 2020.

Polri mengindikasi ada dua kata kunci yang membuat Ustadz Maaher terjerat hukum. Polri menunjukkan barang bukti berupa tangkapan layar cuitan Ustadz Maaher yang diduga mengandung ujaran kebencian bernada SARA.

Terlihat ada cuitan yang ditulis oleh pemilik akun twitter @ustadzmaaher_. Cuitan ini pun disertai oleh foto kiai kharismatik NU, Habib Luthfi bin Yahya. Berikut isi cuitannya:

'Iya tambah cantik pake Jilbab.. Kayak Kyai nya Banser ini ya..'

Kemudian, Awi pun memberi penekanan pada dua kata, yaitu kata 'cantik' dan 'jilbab'. Polri mengindikasi adanya upaya penghinaan terhadap ulama dalam cuitan yang merupakan narasi terhadap foto.

Soni disangkakan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia terancam pidana penjara 6 tahun dan atau denda paling tinggi Rp 1 miliar.

Kini, Bareskrim telah menahan Ustaz Maaher. Penahanan ini berlaku selama 20 hari.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono membenarkan informasi terkait penahanan ini. Ustadz bernama asli Soni Eranata resmi mendekam di sel tahanan Rutan Salemba Cabang Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"(Sudah) Di tahan," kata Argo saat dihubungi, Jumat (4/12/2020).

Atas penangkapan dan penahanan Ustaz Maaher, sejumlah anggota DPR dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat suara. Usulan RUU Perlindungan Utama mulai digaungkan. Mereka juga meminta Ustaz Maaher harus diproses hukum.

Selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5