Cetak Rekor Surat Utang Global, PLN Sabet The Asset Asian Award

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 18:09 WIB
PLN siap mendorong pertumbuhan investasi di Sumatera Utara. PLN memiliki daya cadangan sebesar 1.346 MW yang dapat dimanfaatkan para investor di Sumatera Utara.
Foto: PLN
Jakarta -

PLN mendapatkan penghargaan Triple A Country Award (The Asset Asian Award) 2020, Best Deals by Country untuk kategori 'Best Quasi-Sovereign Bond'. Penganugerahan tersebut diselenggarakan oleh salah satu media keuangan dan investasi yang berbasis di Asia.

Penghargaan diberikan atas penerbitan surat utang global PLN di pasar modal internasional senilai US$ 1,5 miliar dengan tenor 10 dan 30 tahun. Surat utang global tersebut dinilai menciptakan rekor baru dengan yield dan coupon terendah bagi penerbitan korporasi di Indonesia untuk tenor 30 tahun, serta penurunan harga tertinggi sebesar 70 bps dari harga awal. Dengan begitu, PLN dianggap membuat harga baru yang lebih murah dari fair price di secondary market untuk tenor 10 dan 30 tahun untuk perusahaan di Indonesia.

"Penghargaan dari The Asset ini merupakan konfirmasi dari pencapaian PLN dalam memanfaatkan momentum pasar yang tepat dan strategi yang mampu menerbitkan Global Bond PLN di tengah kondisi pandemi dan volatility di pasar global dengan tingkat bunga yang sangat kompetitif," jelas Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2020).

Sinthya merinci surat utang PLN tersebut terdiri dari obligasi US$ 500 juta dengan tenor 10 tahun dan obligasi US$ 1 miliar dengan tenor 30 tahun yang telah diterbitkan pada tanggal 30 Juni 2020 di Singapore Stock Exchange (SGX). Citigroup, HSBC, Mandiri Securities, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Lead Managers untuk transaksi tersebut.

The Asset Asian AwardThe Asset Asian Award Foto: Dok. PLN

Surat Utang 10 tahun diterbitkan dengan tingkat kupon 3.0% dan surat utang 30 tahun dengan tingkat kupon 4.0% senior unsecured notes masing-masing dihargai dengan yield sebesar 3,1% dan 4,1%. Dalam proses penerbitan surat utang global tersebut PLN menurunkan harga dari patokan harga awal adanya tightening inside the curve sebesar 70 bps.

"PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia akan terus berupaya menjaga komitmen perusahaan menyediakan keandalan pasokan listrik dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan listrik diiringi dengan peningkatan kualitas layanan yang semakin baik, serta terus melakukan upaya perbaikan secara berkesinambungan dalam rangka menyelesaikan mandate pemerintah melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan," imbuh Sinthya.

Sinthya juga mengatakan PLN terus berupaya melaksanakan program transformasi dalam rangka perbaikan berkesinambungan melalui berbagai inisiatif yaitu Innovative, Lean, Green and Customer Focus guna mewujudkan PLN yang memiliki sustainabilitas yang kuat.

(akn/ega)