Survei Pilkada Tangsel KPN: Golput Tinggi, Benyamin-Pilar Unggul

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 17:41 WIB
Nomor urut di Pilkada Tangsel (Foto: dok. KPU Tangsel)
Foto: Palson Pilkada Tangsel (Foto: dok. KPU Tangsel)
Jakarta -

Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) merilis hasil survei partisipasi pemilih dan simulasi Pilwalkot Tangerang Selatan (Tangsel). Hasilnya, pasangan calon (paslon) Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan unggul dengan 30,1 persen, meski angka golput masih tinggi.

Survei ini digelar pada 23 - 27 November 200. Survei menggunakan metode multistage random sampling (MRS), dalam survei ini berjumlah 976 orang (1% dari
populasi), dengan Margin of Error (MoE) + 3,2% pada tingkat kepercayaan 95%.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara langsung oleh tim lembaga KPN. Responden merupakan warga Tangerang Selatan yang terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU.

Simulasi diawali dengan pertanyaan 'Apakah Bapak/Ibu akan datang ke TPS untuk melakukan pencoblosan pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Kota
Tangerang Selatan pada tanggal 9 Desember 2020?'. Hasilnya, hanya 61,7 persen memilih datang ke TPS. Sementara, 33,4 persen responden menjawab tidak datang untuk mencoblos.

Berikut hasilnya:

Datang ke TPS: 61,7 persen
Tidak datang: 33,4 persen
Belum tahu: 4,9 persen

Dari 61,7 persen responden yang memilih datang ke TPS untuk mencoblos, 30,1 persen atau 294 di antaranya memutuskan memilih Benyamin-Pilar. Sementara, 17,1 persen atau 167 responden memilih Muhamad-Rahayu Saraswati, dan 13,6 persen atau 133 responden memilih Siti Nur Azizah-Ruhamaben.

"Survei ini kami lakukan untuk mengukur kerja keras semua pihak selama ini, dan memang ada peningkatan dalam hal partisipasi publik. Hasil simulasi kami menunjukkan bahwa Benyamin Davnie lolos sebagai Wali Kota Tangsel," ungkap Direktur Eksekutif KPN Miftahul Adib, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Berikut hasilnya:

Benyamin Davnie-Pilar Saga: 30,1 persen
Muhamad-Rahayu Saraswati: 17,1 persen
Siti Nur Azizah-Ruhamaben: 13,6 persen
Golput atau tidak memilih: 0,2 persen
Tidak menjawab: 0,6 persen

Adib mengatakan bahwa lembaga KPN telah membedah secara terperinci perilaku pemilih, baik pada segmen responden yang berpartisipasi, golput garis keras, dan yang menyatakan ragu-ragu. Menurutnya, masih ada peluang untuk para paslon merebut suara basis golput.

"Ada fenomena baru, di Tangsel ini ternyata ada golput garis keras sekitar 0,2% dan kami membedah semua itu. Jika bercermin dari hasil survei kami, harapan elektoral di basis golput itu masih ada, sehingga masing-masing paslon masih punya peluang untuk merebutnya," terangnya.

Lebih lanjut, Adib menjelaskan angka Golput yang masih mendominasi dengan 33,4 persen dari jumlah responden keseluruhan, meski tingkat partisipasi publik meningkat. Menurutnya, hal itu disebabkan karena tingginya angka ketakutan masyarakat pada COVID-19.

"Masalah Covid-19 masih jadi isu sentral, sebab pada responden yang mengaku akan hadir ke TPS pun, persentase yang akan membatalkan kehadiran jika angka Covid terus melonjak cukup besar. Saya kira ini perlu jadi perhatian penyelenggara, sebab beberapa hari ini angka Covid terus memecahkan rekor harian," kata Adib.

(mae/tor)