Analisis BMKG soal Penyebab Banjir Seatap Rumah Warga di Medan

Ahmad Arfah - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 17:08 WIB
Banjir seatap rumah warga di Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Banjir seatap rumah warga di Medan. (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Banjir hingga seatap rumah warga dan menewaskan lima orang terjadi di Kota Medan. BMKG punya analisis sendiri soal penyebab banjir ini terjadi.

BMKG menyebut banjir yang berdampak pada tujuh dari 21 kecamatan di Medan ini dipicu asupan air dari pantai barat dan timur Sumatera.

"Adanya asupan massa air yang cukup banyak dari pantai barat dan timur Sumatera yang ditandai dengan anomali SPL di Samudra Hindia Barat dan Selat Malaka yang cukup hangat," kata Kepala BMKG Wilayah I Sumut Edison Kurniawan dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Selain asupan air, BMKG menyebut banjir ini dipicu oleh gangguan cuaca. Gangguan cuaca ini mengakibatkan perubahan arah angin.

"Adanya gangguan cuaca berupa TC BUREVI di Sri Lanka dan tekanan rendah di laut Filipina sehingga mengakibatkan terjadi belokan angin dan konvergensi di pantai timur, lereng timur, dan pegunungan Sumatera Utara," ucap Edison.

Dia juga menyebut terjadi pertumbuhan awan yang signifikan. Banjir juga diduga terjadi karena adanya hujan di Pantai Timur dan Lereng Timur Sumatera Utara.

"Banjir di wilayah Medan dan sebagian Deli Serdang terjadi diakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sepanjang pantai timur dan lereng timur Sumatera Utara pada sore hari hingga menjelang dini hari yang sudah terjadi selama beberapa hari," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2