Mentan Dorong Provinsi Bengkulu Jadi Penopang Pangan Nasional

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 14:09 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong Provinsi Bengkulu menjadi penopang utama kebutuhan pangan nasional. Menurutnya, Bengkulu merupakan Provinsi strategis karena terhubung langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan.

"Panen padi ini adalah simbol bahwa Bengkulu memiliki potensi yang kuat dalam menopang kebutuhan pangan nasional, khususnya pada komoditas beras," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Hal itu diungkapkan usai melakukan kunjungan kerja ke Desa Padang Merbau, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Dia memantau jalanya panen raya padi bersama jajaran DPD dan Pemprov setempat.

Syahrul menjelaskan Provinsi Bengkulu adalah wilayah pertanian subur karena mempunyai tanah yang baik serta sumber air yang cukup. Terkait hal ini, dia berharap agar semua pihak memiliki komitmen yang kuat untuk mengakselerasi potensi sumber daya alam yang ada.

"Inilah yang saya sebut dengan kekuatan di Provinsi Bengkulu. Kalau kita mau meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperbaiki kehidupan rakyat, maka harus dimulai dengan memperbaiki pertanian," ungkapnya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras tahun 2020 mencapai 31,63 juta ton. Angka produksi tersebut diperoleh dari luas panen padi 2020 mencapai 10,79 juta hektare dan produksi padi diperkirakan sebesar 55,16 juta ton GKG.

"Sampai akhir Desember kita punya stok awal 5,9 juta. Apabila produksi beras kita 31,63 juta ton dan kebutuhan konsumsi sebesar 30 juta ton beras maka hingga akhir tahun ini ada stok akhir 7 juta ton beras kurang lebih," terang Syahrul.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah menyampaikan produksi padi di Provinsi Bengkulu tahun 2020 mencapai 256,472 ton. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 terjadi peningkatan sekitar 0,15%.

"Bila dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan, produksi beras 2020 mengalami kenaikan 260 ton atau 0,15% dibandingkan tahun lalu," ungkapnya.

Untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Bengkulu, Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai Rp 33,1 miliar. Adapun rincian bantuan tersebut di antaranya bantuan Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp 14,7 miliar, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp 10,9 miliar, Ditjen Perkebunan Rp 2,8 miliar, Ditjen Hortikultura Rp. 873 juta, dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp. 3,6 miliar.

(ega/ega)