Sidang Kasus Nurhadi

Saksi Beberkan Pembelian 2 Tas Hermes Seharga Rp 1,9 M Anak Nurhadi

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 13:26 WIB
Sidang kasus Nurhadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (4/12/2020).
Sidang kasus Nurhadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (4/12/2020). (Foto: Zunita AP/detikcom)

Senada dengan Agnes, saksi bernama Evi Olivia juga menceritakan proses pembelian tas Hermes seharga Rp 1,3 miliar. Aulia membeli tas Olivia dari reseller Yogyakarta.

"Saya tidak sama sekali (berhubungan dengan Aulia), saya hanya berhubungan sama seller dari Jogja," kata Olivia.

Olivia mengatakan, tas Hermes yang dibeli Aulia adalah tas Hermes Kelly 32 Himalayan. Harga tas itu Rp 1,3 miliar.

Eks Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono kembali jalani sidang virtual. Sidang itu digelar terkait kasus suap-gratifikasi yang menjerat keduanyaNurhadi. Foto: Ari Saputra

Olivia mengatakan Aulia membeli tas secara bertahap yakni uang muka Rp 100 juta pada 3 Juli 2015, lalu 14 Juli 2015 Rp 1,2 miliar, dan di hari yang sama ditransfer lagi sebesar Rp 25 juta.

"(Pembayaran) sudah lunas, itu dikirim rekening saya, kenapa ke rekening saya karena itu besok itu bank sudah libur, saat itu lebaran h-2 bank sudah libur jadi di transfer ke saya, terus saya tinggal transfer fee penjual tasnya," ucap Olivia.

Agnes dan Olivia mengaku kerap menjual tas dan mengambil untung sekitar Rp 10 hingga Rp 20 juta. Baik Agnes dan Olivia, dia sama-sama tidak pernah bertransaksi dengan Aulia lagi setelah pembelian tas pada 2015 itu.

Duduk sebagai terdakwa di sidang ini adalah Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. Dalam kasus ini, Nurhadi didakwa dan Rezky menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

Di surat dakwaan, jaksa mengungkapkan uang suap yang diterima Nurhadi dan Rezky Herbiyono itu dibelikan lahan sawit, kendaraan, dan tas bermerek hingga melakukan renovasi rumah di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Halaman

(zap/dkp)