Sidang Kasus Djoko Tjandra

Jaksa Cecar Eks Ses NCB Interpol soal Surat Istri Djoko Tjandra

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 21:47 WIB
Brigjen Nugroho Slamet Wibowo
Foto: Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom
Jakarta -

Jaksa penuntut umum mencecar saksi bernama Brigjen Nugroho Slamet Wibowo terkait mekanisme surat menyurat Divhubinter Polri. Jaksa menanyakan perihal surat istri Djoko Tjandra, Anna Boentaran, yang diterima Irjen Napoleon Bonaparte.

Brigjen Nugroho sempat menjabat Sekretaris National Central Bureau (Ses NCB) Interpol Indonesia. Namun setelah geger mengenai Djoko Tjandra muncul, Brigjen Nugroho dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.

Awalnya, Brigjen Slamet menjelaskan tentang mekanisme masuknya surat Anna Boentaran ke Divhubinter Polri. Menurut Slamet, surat Anna itu diterima di Divhubinter melalui mekanisme surat menyurat biasa di Divhubinter.

"Setahu saya sama, melalui jalur mekanisme surat. Surat menyurat di Hubinter kadang-kadang dirapatkan langsung oleh pimpinan bisa, kemudian melalui mekanisme juga bisa, dan ada beberapa surat yang tidak didisposisi oleh pimpinan juga, ada surat yang didisposisi. Dan ada surat yang memang memerlukan jawaban, maka dikonsepkan jawaban oleh staf, lalu berjenjang naik," jelas Slamet dalam sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020).

Jaksa kemudian bertanya lagi tentang surat Anna Boentaran dan meminta Slamet menjelaskan secara rinci. Namun, Slamet tidak menjelaskan secara konkret dan jaksa kembali mencecar Slamet.

"Tolong saksi jelaskan terkait surat Ibu Anna Boentaran, apakah surat ini melalui mekanisme yang benar? Tolong jangan dibolak balik, tolong lah saudara saksi kalau mekanismenya yang benar bagaimana dan mekanisme ini bagaimana? Tunjukkan ke kami surat menyurat Ibu Anna Boentaran tersebut masuk lewat ke mana, kemudian masuk didisposisi ke mana, kemudian sampai Ses NCB saudara gimana?" tanya jaksa lagi.

Slamet pun menjelaskan surat itu dilihatnya langsung berada di tangan Irjen Napoleon yang saat itu menjabat Kadivhubinter Polri. Dia mengaku tidak tahu awal proses surat itu sampai ke tangan Napoleon dan dibawa ke rapat bersama internal Divhubinter Polri.

"Untuk surat ini, datangnya kepada Kadivhubinter dirapatkan, lalu diberikan kepada Kabag, kemudian diajukan kepada saya berupa konsep jawaban, sudah ada di Kadivhubinter, surat dipegang Kadivhubinter," jelas Slamet.

Selanjutnya
Halaman
1 2