Kolom Hikmah

Nasihat

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 05:29 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfaraby/detikcom
Jakarta -

Dikisahkan, Ibrahim bin Adam mempunyai banyak sahabat ahli ibadah di pegunungan Lebanon. Mereka, para ahli ibadah itu memberikan nasihat:

1. Barang siapa yang banyak makan, dia tidak akan memperoleh nikmatnya ibadah
2. Barang siapa yang banyak tidur, dia tidak akan mendapatkan keberkahan dalam umurnya
3. Barang siapa mencari keridhaan manusia, jangan berharap mendapatkan keridhaan Tuhan
4. Barang siapa yang berbicara tentang hal yang tiada guna dan menggunjing, dia akan mati dalam keadaan bukan muslim

Senafas dengan nasihat di atas ada seorang imam yang mumpuni semasanya dalam hal mu'amalat dan wara'. Beliau adalah Sahl bin Abdullah at-Tusturi, ia wafat pada tahun 273 H/886 M. Beliau memberi nasihat, "mengosongkan perut, diam (dari segala hal yang tidak bermanfaat), mengasingkan diri dari keramaian dan menghidupkan malam dengan ibadah."

Nasihat ini cocok untuk para Pemimpin negeri agar rakyat yang dipimpin bisa mencontoh. Ada beberapa faktor yang kita soroti, tidak tidur terlama lama, intinya adalah menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan berbicara seperlunya. Menggunakan waktu yang optimal adalah tidak membuang waktu seperti membaca yang tidak relevan dengan tugasnya. Bacalah buku-buku yang sesuai dengan maqamnya.

Berbicara seperlunya dengan substansi yang tepat bukan sebaliknya. Mengosongkan perut atau berpuasa, ibadah ini akan mendekatkan diri pada Sang Pencipta, sehingga dapat menyadari bahwa apapun yang dikerjakan selalu dalam pengawasan Allah. Dengan demikian, apa dikerjakan sebagai pemimpin daerah atau pemimpin lainnya akan selalu berpedoman pada kebaikan. Tindakan sewenang-wenang, korupsi, hidup mewah dan lain lain akan jauh darinya.

Khusus tentang menjaga perut, ini menjadi penting sekali. Sebab kehidupan saat ini seakan terjadi perlombaan dalam bidang kuliner. Di setiap daerah mengenalkan masakan khas dan sedap. Ini merupakan bentuk ujian yang cukup berat. Namun jika selalu mengingat keutamaan tidak makan banyak ( secukupnya ) tentu menjadi mudah.

Menikmati makan minum dalam wisata kuliner bisa dinikmati dengan tidak meninggalkan adab makan dan minum sebagai berikut:

Di antara adab makan adalah membasuh kedua tangan sebelum dan sesudah makan, membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, memakan apa yang ada di tempat terdekat, memperkecil dan memperbaiki kunyahan, tidak makan dalam kondisi tidur atau bersandaran, makan sebelum terlalu lapar dan berhenti sebelum kenyang, tidak memakan hidangan dari bagian tengah, tidak mengusap tangan dengan sapu tangan, kecuali telah membersihkan sisa makanan di jari dan sela-selanya, dan membaca hamdalah setelah selesai makan.

Adapun adab minum adalah melihat tempat minum untuk mengetahui layak tidaknya minuman itu, membaca basmalah sebelum minum dan hamdalah sesudahnya, meminum dengan seteguk-seteguk, meminum dengan tiga kali napas, tidak minum dalam keadaan berdiri ataupun berbaring, dan memilih minuman dari arah kanannya jika ada pilihan minuman di arah yang lain. Maka makan minumlah secukupnya dan lakukan di saat lapar. Pilihlah makanan minuman yang halal dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Dari buku karya Imam Al - Ghazali yang berjudul "Ihya Ulumiddin" Jilid II. Tertulislah sabda Rasulullah kepada Aisyah r.a,

"Terus meneruslah mengetuk pintu surga."

Bertanya Aisyah r.a, "Dengan apa ya Rasulullah?"

Maka Rasulullah menjawab, "Dengan lapar."

Untuk masalah lapar ini, manusia diberi ujian masing - masing oleh Allah. Ada yang diuji dengan kurangnya makanan sehingga dia merasa lapar, ada juga yang diuji dengan lebihnya makanan, sehingga dia tak pernah merasa lapar.

Maka (hadits di atas) bisa menjadi sebuah motivasi dahsyat untuk bisa mengetuk pintu surga.

Dalam menggunakan waktu, sebaiknya tidak disia-siakan dengan perbuatan yang kurang bermanfaat. Seperti, bergunjing atau membicarakan sesuatu yang tidak berujung, diskusi memperpanjang angan-angan serta terlalu banyak tidur. Bergunjing di masa kekinian tidak mesti bertemu/berkumpul, namun bisa dengan lebih mudah dan cepat hanya dengan menutulkan jari-jari pada smart phone, maka berhati-hatilah dalam menyalurkan pendapat maupun melakukan upload atas berita/pendapat dari group lainnya. Cek dulu kebenaran atas berita tersebut dan kemanfaatannya (langkah ini untuk menghindari ghibah ).

Semoga kita dan para pemimpin yang terpilih dalam Pilkada 9 Desember 2020 dapat melaksanakan nasihat tersebut, khususnya menghidupkan malam untuk beribadah agar kita bisa menjadi orang yang unggul dan tetap menunaikan hak-hak Allah swt.

Aunur Rofiq

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

Sekjen DPP PPP 2014-2016

*Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. --Terimakasih (Redaksi)--

(erd/erd)