FPI Sulsel Bantah Polisi soal Pembusur Aksi Tolak HRS Ditangkap di Sekretnya

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 15:17 WIB
Demo tolak Habib Rizieq di Makassar ricuh (dok. istimewa).
Demo penolakan Habib Rizieq di Makassar ricuh. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

FPI Sulawesi Selatan (Sulsel) membantah pernyataan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo bahwa pembusur massa aksi penolak Habib Rizieq Shihab (HRS) ditangkap di Sekretariat FPI. Pembusur bernama Riswandi (37) juga bukan anggota FPI.

"Itu bukan lagi Sekretariat FPI di sana, dan Riswandi ini bukan anggota FPI," ujar Sekretaris DPD FPI Sulawesi Selatan Agus Salim Syam kepada detikcom, Kamis (3/11/2020).

Diketahui, Riswandi, yang membusur massa aksi tolak HRS di Makassar, ditangkap di wilayah Jalan Sungai Limboto, Makassar, Selasa (1/1) malam lalu. Agus mengungkapkan, tempat Riswandi ditangkap polisi dulunya memang pernah menjadi markas Laskar Pembela Islam (LPI), organisasi di bawah FPI.

"Jadi dulu memang pernah beberapa tahun yang lalu di sana sempat dijadikan sebagai markas daerah Laskar Pembela Islam. Tapi semenjak 2 tahun yang lalu kami pindahkan karena sesuatu hal," kata Agus.

Agus mengatakan kini markas daerah LPI bukan lagi di Jalan Sungai Limboto, tapi di Jalan Balanna 2, Makassar.

"Jadi markas daerah laskar pembela islam itu adanya di Jl Balanna 2," tegasnya.

Menurut Agus, tempat Riswandi ditangkap di Jalan Sungai Limboto kini telah menjadi markas dari Laskar Tauhid Indonesia, sebuah organisasi yang tidak berhubungan dengan FPI.

"Sementara di sana itu menjadi maskarnya Laskar Tauhid Indonesia," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menyebut Riswandi (37) yang merupakan tersangka penyerangan menggunakan busur panah ke massa aksi penolakan Habib Rizieq di Makassar di Sekretariat FPI di Makassar.

"Tersangka (pembusur massa aksi tolak HRS) diamankan di Sekret FPI, Jl Sungai Limboto," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo kepada detikcom, Kamis (3/12).

Pembusuran ini berawal saat massa yang mengatasnamakan diri Masyarakat Sulawesi Selatan berunjuk rasa menolak kedatangan HRS di area Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Selasa (1/12) sore. Saat itu, aksi yang awalnya damai seketika berakhir ricuh karena tiba-tiba datang kelompok penyerang yang memprotes aksi unjuk rasa tersebut. Massa kemudian dilempari batu hingga langsung kocar-kacir.

Simak video 'Polisi Tangkap Pembusur Massa Aksi Tolak Habib Rizieq di Makassar!':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/idh)