Masyarakat Optimistis Vaksinasi Jadi Titik Terang Pemulihan Ekonomi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 15:08 WIB
Aditya Santoso (Pilot Maskapai Penerbangan Nasional) dan Priscilla Renny (Pengusaha Batik di Lasem) berbagi pengalaman dalam dialog produktif bertema Vaksin: Harapan Kembali Produktif di Jakarta, Rabu, 2 Desember 2020.
Foto: KPCPEN-Aditya Santoso (Pilot Maskapai Penerbangan Nasional) dan Priscilla Renny (Pengusaha Batik di Lasem) berbagi pengalaman dalam dialog produktif bertema Vaksin: Harapan Kembali Produktif.
Jakarta - Pandemi COVID-19 masih menghantui sebagian besar masyarakat Indonesia. Kepastian munculnya vaksin COVID-19 pun dinanti oleh hampir semua orang terutama mereka yang mata pencahariannya terhantam keras akibat pandemi yang tak kunjung usai ini.

Salah satunya, Priscilla Renny, Pemilik Rumah Batik Maranatha di Lasem, Jawa Tengah. Dia menaruh harapan besar akan hadirnya vaksin. Baginya, vaksinasi merupakan titik terang agar usahanya bisa kembali normal seperti sebelum pandemi melanda.

Sebab, selama pandemi COVID-19, pemasukan dari bisnis batiknya anjlok sampai 70 persen. Apalagi, ia harus tetap memikirkan nasib karyawan-karyawannya yang juga perlu menghidupi keluarga.

"Saya sangat merindukan suasana seperti sebelum pandemi. Vaksin mungkin yang akan jadi titik terang bagi kami untuk lebih bersemangat lagi. Dari situ, mungkin orang akan lebih banyak berkumpul, menjalankan aktivitas seperti semula, kami bisa pameran lagi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12/2020).

Lebih lanjut, ia juga mendukung program vaksinasi yang kini tengah disiapkan pemerintah. Dia berharap masyarakat nanti bisa menerima vaksinasi serta mengesampingkan informasi hoax dan mitos mengenai vaksinasi.

"Saya sangat mendukung sekali jika memang ada vaksin," imbuh Renny, dalam Dialog Produktif bertema 'Vaksin: Harapan Kembali Produktif' yang digelar di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (2/12).

Senada dengan Renny, Aditya Santosa, seorang pilot maskapai penerbangan nasional juga turut merasakan langsung betapa pandemi memukul telak pekerjaanya. Menurutnya, vaksinasi merupakan obat mujarab yang ditunggu orang-orang seprofesinya.

"Soal vaksin, saya benar-benar berharap vaksin bisa didistribusikan secepatnya saat sudah disertifikasi. Karena Indonesia negara kepulauan sehingga transportasi udara ini sangat penting. Kita andalkan transportasi udara. Saya optimistis kalau vaksin sudah ditemukan, sudah disertifikasi dan sudah boleh didistribusikan bisa pulihkan kembali transportasi udara dan ekonomi nasional," ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah bisa mendistribusikan vaksin COVID-19 dengan merata nantinya. Menurutnya, tenaga medis pantas dijadikan prioritas vaksinasi, setelahnya bisa ke pihak-pihak yang bergerak di bidang jasa agar usahanya bisa hidup kembali.

Diketahui, pandemi COVID-19 memang berimbas kepada seluruh sektor ekonomi di tanah air. Tak hanya pengusaha besar dan kecil, semua profesi merasakan imbasnya. Tetapi pemerintah sendiri tak tinggal diam membantu masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi COVID-19.

Berbagai bantuan disalurkan melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Total, anggaran PEN mencapai Rp 695,2 triliun. Bantuan yang diberikan pun tak hanya menyasar masyarakat ekonomi lemah dan UMKM saja, namun juga perusahaan dan karyawan yang dirumahkan. Saat ini, peta jalan vaksinasi tengah disiapkan, termasuk menunjuk kelompok prioritas vaksinasi COVID-19. (ega/ega)