Transaksi Misi Dagang Jatim di Sumsel Capai Rp 306,5 M

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 13:27 WIB
Khofifah Indar Parawansa saat misi dagang Jatim ke Sumsel
Foto: dok. Pemprov Jatim
Jakarta -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin misi dagang dengan mempertemukan para pengusaha Jatim dengan pelaku usaha dan warga Jatim di Provinsi Sumatera Selatan. Tercatat transaksi misi dagang Jatim di Sumsel tersebut mencapai Rp 306,5 M.

Khofifah berharap misi dagang yang dibangun bisa mendorong perdagangan dari masing-masing provinsi dengan keunggulan dan potensi yang dimiliki. Caranya, dengan saling mempertemukan trader dan buyer yang belum sedang mencari mitra dagang sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing provinsi.

Selain itu, kata dia, diharapkan bisa memberikan daya ungkit dan pembangkit ekonomi akibat pandemi COVID-19 sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih produktif diantara kedua provinsi.

"Tentu misi dagang ini sebagai pemantik saja. Kita berharap setelah kegiatan ini, transaksi dan interaksi antar pelaku usaha bisa terus terjalin. Termasuk juga bisa dilakukan dalam berbagai format. Seperti vocational training, managerial skill dari sektor pertanian, peternakan, serta format UMKM yang sesuai," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/12/2020).

"Selain itu, kerja sama lainnya bisa dilakukan dengan meningkatkan budidaya sapi perah dan sapi daging. Apalagi di Jatim terdapat Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) yang merupakan UPT Kementan," imbuhnya di Hotel Wyndham OPI Palembang, Sumsel, Rabu (2/12).

Bagi Jatim sendiri, lanjut Khofifah, hal yang memungkinkan untuk membangun akses lebih awal di sektor pertanian dan peternakan. Termasuk diseminasi ke provinsi lain harus segera dilakukan agar swasembada daging dan susu bisa dipercepat.

"Jadi masing-masing kita bisa menemukan apa yang menjadi keunggulan dan andalan Sumsel dan Jatim. Kita saling melakukan sinergi, kolaborasi saling melengkapi," ucap orang nomor satu di Jatim ini.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel akan mempererat hubungan dengan Pemprov Jatim dengan cara tukar-menukar komoditi. Bahkan, lanjutnya, pimpinan Perbankan Sumsel dan Jatim hadir dalam misi dagang ini. Sehingga transaksinya juga bisa berkaitan dengan finansial maupun modal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disperindag Prov. Jatim Drajat Irawan mengatakan, selama 2020, Misi Dagang telah berlangsung 4 kali, uakni di Medan, Pekanbaru, NTT, dan Palembang.

Seluruh rangkaian Misi Dagang Jatim terhitung sudah dilaksanakan sebanyak 40 kali sejak 2016 dan menghasilkan transaksi sebesar Rp 14,6 Triliun. Sedangkan transaksi Misi Dagang Jatim di Sumsel telah mencapai transaksi Rp 306.548.050.000 per jam 18.47 WIB.

Sebagai informasi, dalam Misi Dagang tersebut, Khofifah bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menandatangani MoU kerja sama Pembangunan Daerah Provinsi Jatim dengan Sumsel dalam berbagai sektor di antaranya, perindustrian, perdagangan, pemberdayaan koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta investasi.

Selanjutnya, penandatangan Perjanjian kerja sama antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jatim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel tentang Penanaman Modal, Perjanjian Kerjasama antara Jamkrida Jatim dan Jamkrida Sumsel tentang Penjaminan Bersama atas Produk Penjaminan

Dalam misi dagang ini, pelaku usaha dari Jatim yang berpartisipasi sebanyak 46 pengusaha. Sedangkan dari Sumsel sebanyak 115 pengusaha. Adapun tema misi dagang tersebut yakni 'Meningkatkan Jejaring Konektivitas Antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan'.

(prf/ega)